Panen 150 Kg Ikan Patin di Lapas Banjarmasin, Bukti Pembinaan Berbasis Kemandirian

lapas Banjarmasin
Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah melaksanakan panen perdana ikan patin yang langsung diserap oleh pihak vendor, Selasa (24/3/2026).

Banjarmasin, Gerbangkaltim.com — Program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin kembali menunjukkan hasil nyata. Sebanyak 150 kilogram ikan patin berhasil dipanen dan langsung diserap oleh pihak vendor, Selasa (24/3/2026).

Kegiatan panen berlangsung di kolam budidaya perikanan milik lapas, melibatkan kepala lapas, jajaran petugas, serta warga binaan yang selama ini menjalani program pelatihan. Proses tersebut menjadi bagian dari pembinaan berbasis keterampilan produktif yang terus dikembangkan.

Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, mengatakan bahwa hasil panen ini bukan sekadar capaian produksi, melainkan bagian dari proses pembelajaran berkelanjutan bagi warga binaan.

“Kami ingin memastikan setiap warga binaan memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat. Ini bukan sekadar panen, tetapi hasil dari proses pembinaan yang konsisten,” ujar Akhmad.

Menurut dia, program budidaya perikanan menjadi salah satu fokus karena memiliki nilai ekonomi sekaligus peluang pasar yang jelas. Hal ini diperkuat dengan adanya kerja sama dengan vendor yang langsung menyerap hasil panen.

Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Bagus Paras Etika, menambahkan bahwa pihaknya terus mendorong kegiatan produktif yang berdampak nyata.

“Kami mengembangkan program yang tidak hanya memberikan aktivitas, tetapi juga menghasilkan nilai ekonomi. Harapannya, warga binaan memiliki bekal yang cukup untuk memulai kehidupan baru,” kata Bagus.

Salah satu warga binaan berinisial DS mengaku mendapatkan banyak pengalaman selama mengikuti program tersebut. Ia terlibat sejak tahap awal, mulai dari perawatan hingga panen.

“Dari awal sampai panen, kami belajar banyak. Ini jadi pengalaman berharga dan membuat kami lebih percaya diri untuk ke depan,” ujarnya.

Hasil panen ikan patin tersebut langsung dibeli oleh vendor yang telah bekerja sama dengan pihak lapas. Skema ini dinilai menjadi indikator bahwa program pembinaan tidak hanya berjalan secara internal, tetapi juga terhubung dengan kebutuhan pasar.

Di balik capaian 150 kilogram ikan patin, terdapat proses pembelajaran, kerja sama, serta upaya membangun harapan baru bagi warga binaan agar lebih siap kembali ke tengah masyarakat.

Tinggalkan Komentar