Panen 255,5 Kg Lele, Terbesar Sepanjang Program SAE 1 Lapas Banjarmasin

Lapas Banjarmasin
Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah saat melihat penimbangan panen ikan lele dengan berat total 255,5 kilogram melalui program budidaya perikanan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) 1 dijalankan. Jumat (27/2/2026).

Banjarmasin, Gerbangkaltim.com — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin mencatatkan panen ikan lele terbesar sejak program budidaya perikanan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) 1 dijalankan. Total hasil panen mencapai 255,5 kilogram.

Panen berlangsung di area kolam budidaya SAE 1 dan dihadiri langsung Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, didampingi jajaran petugas serta warga binaan yang terlibat dalam program pembinaan kemandirian tersebut, Jumat (27/2/2026),

Akhmad Herriansyah mengatakan, capaian ini merupakan hasil konsistensi pembinaan yang dijalankan secara menyeluruh, mulai dari penebaran benih hingga masa panen.

“Panen kali ini menjadi yang terbesar sejak program budidaya ini berjalan. Ini bukan hanya soal angka 255,5 kilogram, tetapi tentang proses, kedisiplinan, dan kesungguhan warga binaan dalam mengikuti pembinaan,” ujar Akhmad.

Menurut dia, program budidaya perikanan dirancang untuk membekali warga binaan dengan keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan setelah menjalani masa pidana.

“Kami ingin warga binaan memiliki keterampilan nyata sebagai bekal setelah bebas nanti. Harapannya, mereka bisa mandiri dan berdaya secara ekonomi,” katanya.

Pelaksana Harian Kepala Subseksi Sarana Kerja, Muhammad Isnandar, menambahkan bahwa pihaknya terus melakukan evaluasi manajemen budidaya guna meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen.

“Kami berupaya meningkatkan hasil panen berikutnya, baik dari sisi jumlah maupun kualitas. Dengan pengelolaan yang lebih baik dan perawatan yang optimal, kami optimistis hasilnya bisa lebih maksimal,” ujar Isnandar.

Seluruh proses budidaya melibatkan warga binaan di bawah pendampingan petugas, mulai dari persiapan kolam, penebaran benih, pemberian pakan, hingga pengontrolan kualitas air.

Hasil panen tersebut langsung diserap pengepul untuk didistribusikan ke luar daerah. Salah satu pengepul, Niah, mengapresiasi kualitas lele yang dihasilkan.

“Lelenya segar dan ukurannya cukup seragam. Permintaan dari luar kota juga ada, jadi hasil panen seperti ini sangat membantu memenuhi kebutuhan pasar,” katanya.

Program budidaya perikanan di SAE 1 menjadi bagian dari pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan Lapas Kelas IIA Banjarmasin. Selain mendukung produktivitas warga binaan, kegiatan ini juga diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan pangan di masyarakat.

Tinggalkan Komentar