Panen Pisang di Area Brandgang, Kalapas dan Warga Binaan Petik Hasil Pembinaan Langsung di Lapas Banjarmasin

Lapas Banjarmasin
Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah bersama jajaran dan WBP melakukan panen pisang di area brandgang lapas, Selasa (24/3/2026).

Banjarmasin, Gerbangkaltim.com — Di sudut area brandgang yang sering luput dari sorotan, satu tandan pisang dipanen langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, bersama Kasi Kegiatan Kerja, Bagus Paras Etika, jajaran, dan warga binaan, Selasa (24/3/2026).

Mungkin terlihat sederhana hanya satu tandan pisang. Tapi dari situlah cerita besar dimulai. Dari lahan terbatas, tumbuh hasil nyata. Dari proses yang konsisten, lahir pembelajaran yang membumi.

Kehadiran Kalapas dan jajaran dalam panen tersebut menjadi simbol kebersamaan dalam pembinaan. Tidak ada jarak antara pembina dan yang dibina semua turun langsung, merasakan proses dari tanam hingga panen.

Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun kemandirian warga binaan melalui pemanfaatan lahan yang ada.

“Kami ingin setiap sudut di Lapas ini punya nilai manfaat. Sekecil apa pun hasilnya, kalau dikelola dengan baik, akan menjadi bekal berharga bagi warga binaan,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Kegiatan Kerja, Bagus Paras Etika, menegaskan bahwa program pembinaan terus didorong agar adaptif dan produktif.

“Kami manfaatkan setiap potensi yang ada, termasuk area brandgang. Harapannya, warga binaan bisa belajar langsung dan memiliki keterampilan yang bisa diterapkan ke depan,” ungkapnya.

Salah satu warga binaan mengaku bangga bisa terlibat dalam kegiatan tersebut.

“Walaupun sederhana, kami merasa ini berarti. Dari menanam sampai panen, kami 1 belajar banyak hal,” tuturnya.

Di balik satu tandan pisang yang dipetik hari itu, ada makna yang lebih dalam—tentang kesabaran, proses, dan harapan yang terus tumbuh, bahkan dari ruang yang sempit sekalipun.

Kehadiran Kalapas dan jajaran dalam panen tersebut bukan sekadar simbolis. Mereka turun langsung, menyatu dengan warga binaan dalam setiap proses pembinaan yang dijalankan.

Tinggalkan Komentar