Panen Terong 15 Kg di Lapas Banjarmasin, Program Kemandirian Warga Binaan Tunjukkan Hasil Nyata

Lapas Banjarmasin
Program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin kembali menunjukkan hasil konkret. Para warga binaan berhasil memanen terong seberat 15 kilogram dari lahan pertanian yang berada di area brandgang lapas, Selasa (21/4/2026).

Balikpapan, Gerbangkaltik.com – Program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin kembali menunjukkan hasil konkret. Para warga binaan berhasil memanen terong seberat 15 kilogram dari lahan pertanian yang berada di area brandgang lapas, Selasa (21/4/2026).

Kegiatan panen ini merupakan bagian dari program pembinaan kerja yang difokuskan pada keterampilan pertanian produktif. Proses panen turut didampingi oleh Kepala Sub Seksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja, Obi Noverianda, bersama petugas kegiatan kerja (giatja).

Obi menjelaskan, kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya berkelanjutan dalam membangun kemandirian warga binaan. Menurut dia, keterlibatan aktif warga binaan dalam kegiatan produktif menjadi indikator keberhasilan program pembinaan yang dijalankan di dalam lapas.

“Kami terus mengarahkan warga binaan agar terlibat dalam kegiatan yang produktif. Hasil panen ini menunjukkan bahwa proses pembinaan berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata,” kata Obi.

Salah satu warga binaan yang terlibat, berinisial AP, mengaku memperoleh pengalaman baru melalui kegiatan tersebut. Ia menyebut mulai memahami proses bercocok tanam, mulai dari penanaman hingga perawatan tanaman.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Saya jadi punya bekal keterampilan yang bisa digunakan setelah bebas nanti,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan bahwa program kemandirian tidak hanya berfokus pada aktivitas, tetapi juga pada hasil yang berdampak langsung bagi warga binaan.

“Program pembinaan kemandirian kami rancang agar memberikan keterampilan yang aplikatif. Harapannya, warga binaan memiliki bekal yang cukup untuk kembali ke masyarakat dan menjalani kehidupan yang lebih baik,” kata Akhmad.

Ia menambahkan, kegiatan seperti pertanian juga berperan dalam membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja sama di antara warga binaan.

Program ini menjadi salah satu bentuk pembinaan yang tidak hanya menghasilkan produk berupa hasil panen, tetapi juga membangun harapan baru bagi warga binaan untuk menjalani perubahan positif selama dan setelah masa pidana.

Tinggalkan Komentar