Pantau Pertumbuhan Gurame, Lapas Banjarmasin Libatkan Warga Binaan dalam Budidaya
Banjarmasin, Gerbangkaltim.com – Lapas Kelas IIA Banjarmasin rutin memantau perkembangan ikan gurame yang dibudidayakan di kolam perikanan SAE 2. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui praktik budidaya perikanan.
Pengecekan dilakukan Petugas Giatja Lapas Banjarmasin, Muttaqin Akbar, bersama seorang warga binaan berinisial D, Kamis (17/9).
Mereka mengamati kondisi ikan secara langsung, termasuk ukuran dan pertumbuhan gurame yang tengah dibudidayakan.
Pemantauan dilakukan untuk memastikan ikan dalam kondisi baik sekaligus mengetahui perkembangan budidaya.
Hasil pengecekan menjadi dasar dalam menentukan perawatan yang diperlukan, termasuk memastikan pemeliharaan berjalan secara konsisten.
“Kami cek secara rutin, terutama melihat kondisi ikan dan ukurannya. Dari situ bisa diketahui perkembangannya dan apakah perawatannya sudah berjalan dengan baik atau masih ada yang perlu diperhatikan,” ujar Muttaqin Akbar.
Kepala Seksi Giatja Lapas Banjarmasin, Bagus Paras Etika, mengatakan pemantauan berkala penting dilakukan karena budidaya ikan membutuhkan perawatan yang berkelanjutan.
Menurut dia, keterlibatan warga binaan tidak sebatas memberikan pakan, tetapi juga mencakup pengamatan terhadap kondisi dan pertumbuhan ikan.
“Budidaya ikan membutuhkan perawatan yang konsisten. Warga binaan tidak hanya belajar memberikan pakan, tetapi juga memantau kondisi dan pertumbuhan ikan secara berkala. Dari proses seperti ini mereka belajar lebih teliti dan bertanggung jawab terhadap budidaya yang dikelola,” kata Bagus.
Kegiatan budidaya di SAE 2 sekaligus memberikan pengalaman langsung kepada warga binaan dalam mengelola usaha perikanan. Mereka dilibatkan dalam sejumlah tahapan perawatan agar memahami proses budidaya dari waktu ke waktu.
Kalapas Banjarmasin Akhmad Herriansyah mengatakan pembinaan kemandirian diarahkan untuk memberikan pengalaman kerja yang dapat dikembangkan warga binaan selama menjalani masa pembinaan.
“Pembinaan kemandirian kami arahkan agar warga binaan mendapatkan pengalaman yang nyata dan berkelanjutan. Dalam budidaya ikan, mereka belajar bahwa hasil membutuhkan proses, mulai dari perawatan hingga pemantauan pertumbuhan. Keterampilan seperti ini yang kami harapkan dapat terus mereka kembangkan,” ujar Akhmad Herriansyah.
Ia menambahkan, pemantauan pertumbuhan ikan menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran.
Warga binaan didorong untuk memahami bahwa keberhasilan budidaya tidak hanya ditentukan oleh hasil akhir, tetapi juga oleh ketelitian dan konsistensi selama proses pemeliharaan.
Melalui kegiatan tersebut, Lapas Banjarmasin terus mengembangkan pembinaan kemandirian berbasis keterampilan praktis.
Budidaya gurame di SAE 2 menjadi salah satu sarana bagi warga binaan untuk belajar mengelola kegiatan produktif secara rutin dan bertanggung jawab.
BACA JUGA
