Lahan Idle Lapas Banjarmasin Disulap Jadi Peternakan, Kini 146 Ayam Petelur
Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan di area brandgang Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin kini dikembangkan menjadi lokasi budidaya ayam petelur.
Sebanyak 85 ekor ayam petelur berusia sekitar 24 minggu didatangkan, Jumat (18/9/2026).
Penambahan itu membuat populasi ayam petelur yang dikelola di lingkungan Lapas Banjarmasin mencapai 146 ekor, dari sebelumnya 61 ekor.
Budidaya dilakukan menggunakan sistem kandang baterai.
Sistem tersebut digunakan untuk memudahkan penataan, pemberian pakan dan minum, pemantauan kondisi ayam, hingga pengumpulan telur.
Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah mengatakan, pemanfaatan lahan yang tersedia merupakan bagian dari upaya mendorong kegiatan produktif sekaligus mendukung ketahanan pangan di lingkungan Lapas.
“Sebisa mungkin kita memanfaatkan lahan idle yang ada di Lapas ini untuk mendukung ketahanan pangan. Salah satunya dengan pembuatan kandang baterai ayam petelur yang sebelumnya sudah kita buktikan berhasil dan benar-benar menghasilkan,” ujar Akhmad Heriansyah.
Menurut dia, pengembangan budidaya ayam petelur tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan produk peternakan, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan kemandirian bagi warga binaan.
Warga binaan dilibatkan dalam kegiatan pemeliharaan ayam dengan pendampingan petugas. Kegiatan tersebut memberikan pengalaman langsung mulai dari perawatan ternak hingga proses pengumpulan hasil produksi.
Kasi Giatja Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Bagus Paras Etika, mengatakan 85 ayam yang baru didatangkan telah memasuki fase produksi sehingga membutuhkan perawatan secara rutin.
“Untuk ayam yang baru masuk ini usianya sekitar 24 minggu dan sudah masuk fase produksi. Kita lakukan pemantauan kondisi ayam, pemberian pakan dan minum secara rutin, serta menjaga kebersihan kandang agar ayam tetap sehat dan produksi telurnya bisa optimal,” kata Bagus.
Hasil budidaya tersebut mulai terlihat dari produksi telur setiap hari. Pada Jumat (18/9), warga binaan dengan pendampingan petugas berhasil mengumpulkan 45 butir telur.
Seorang warga binaan berinisial A mengatakan dirinya senang dapat terlibat langsung dalam kegiatan tersebut.
“Senang bisa ikut merawat ayam di sini. Hari ini dapat 45 telur. Semoga ayamnya sehat terus dan telurnya semakin banyak,” ujarnya.
Penambahan populasi ayam petelur diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas kegiatan pembinaan kemandirian bagi warga binaan.
Pengelolaan lahan idle menjadi area peternakan juga menjadi salah satu upaya Lapas Banjarmasin untuk mengoptimalkan aset lingkungan agar memberikan manfaat melalui kegiatan yang produktif dan berkelanjutan.
Perkuat Lead dengan Hasil Produksi.
BACA JUGA
