Kalapas Banjarmasin Ingatkan Jajaran Bijak Bermedia Sosial

Lapas Banjarmasin
Kalapas Banjarmasin Akhmad Herriansyah saat menjadi inspektur Upacara Hari Kesadaran Nasional tahun 2026, di lapangan Lapas Banjarmasin, Kamis (17/9/2026).

Banjarmasin, Gerbangkaltim.com – Lapas Kelas IIA Banjarmasin menggelar Upacara Hari Kesadaran Nasional di lapangan dalam Lapas Banjarmasin, Kamis (17/9/2026).

Dalam kesempatan itu, Kalapas Banjarmasin Akhmad Herriansyah mengingatkan jajarannya untuk menjaga sikap, komunikasi, dan etika, termasuk saat menggunakan media sosial.

Upacara tersebut diikuti pejabat struktural, petugas, mahasiswa magang, serta anggota Pramuka dari warga binaan. Sejumlah warga binaan yang tergabung dalam Pramuka juga dilibatkan sebagai petugas pengibaran bendera.

Keterlibatan warga binaan dalam upacara menjadi bagian dari program pembinaan kepribadian. Kegiatan tersebut diarahkan untuk menumbuhkan kedisiplinan, tanggung jawab, serta kepercayaan diri melalui aktivitas yang positif.

Bertindak sebagai inspektur upacara, Akhmad Herriansyah menegaskan bahwa setiap anggota jajaran Lapas memiliki tanggung jawab sebagai aparatur sekaligus pelayan publik.

“Kita ini sebagai pelayan publik. Karena itu, sudah seharusnya kita memberikan pelayanan dengan sikap yang baik kepada siapa pun yang kita layani,” kata Akhmad Herriansyah.

Menurut dia, jajaran Lapas juga memiliki peran sebagai bagian dari perekat dan pemersatu bangsa. Karena itu, sikap maupun komunikasi dalam menjalankan tugas harus dijaga agar tidak menimbulkan persoalan.

“Kita juga merupakan bagian dari perekat dan pemersatu bangsa. Jangan sampai justru sikap kita menjadi pemecah belah antara satu dengan yang lainnya,” ujarnya.

Akhmad Herriansyah kemudian secara khusus mengingatkan jajarannya agar berhati-hati dalam berkomunikasi di ruang digital.

Ia menilai penggunaan media sosial perlu disikapi secara bijak karena setiap unggahan maupun penyampaian informasi dapat dikaitkan dengan pribadi maupun institusi tempat seorang aparatur bekerja.

“Jaga komunikasi kita, termasuk dalam bersosial media. Apa yang kita sampaikan di media sosial jangan sampai merugikan diri kita sendiri, dan jangan sampai juga berdampak pada instansi yang melekat pada diri kita sebagai aparatur,” tegasnya.

Ia berharap pesan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh jajaran untuk tetap menjaga profesionalitas, baik saat melaksanakan tugas maupun ketika berinteraksi di ruang publik dan media sosial.

Upacara berlangsung tertib dan khidmat. Kasubsi Bimkemaswat Muhammad Ansyari bertugas sebagai Komandan Upacara, sedangkan Kasi Giatja Bagus Paras Etika menjadi Perwira Upacara.

Tinggalkan Komentar