Pertandingan Voli Jadi Ruang Pembinaan, Warga Binaan Lapas Banjarmasin Tetap Sportif

Lapas Banjarmasin
Asteda Lapas Banjarmasin menghadapi tim dari Sungai Lulut dalam pertandingan persahabatan, Kamis (17/9/2026).

Banjarmasin, Gerbangkaltim.com – Pertandingan voli di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin tidak sekadar menjadi ajang adu kemampuan.

Bagi warga binaan, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk berolahraga, menjaga kebugaran sekaligus membangun kebersamaan.

Suasana itu terlihat saat tim voli warga binaan Asteda Lapas Banjarmasin menghadapi tim dari Sungai Lulut dalam pertandingan persahabatan, Kamis (17/9/2026).

Pertandingan berlangsung sengit. Kedua tim saling memberikan perlawanan dalam beberapa set hingga tim Sungai Lulut mengakhiri laga dengan kemenangan 4-2.

Meski hasil pertandingan berpihak kepada tim tamu, warga binaan tetap menunjukkan sportivitas. Mereka menikmati pertandingan sekaligus memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berinteraksi dalam suasana yang positif.

Pembina tim voli warga binaan Asteda, Salman Farsi, yang merupakan petugas Subseksi Bimkemaswat, bahkan turut bermain bersama warga binaan.

Kehadiran petugas di tengah pertandingan membuat suasana semakin cair. Interaksi melalui olahraga tersebut juga menjadi bagian dari pendekatan pembinaan yang mendorong warga binaan mengikuti kegiatan positif selama menjalani masa pidana.

Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah mengatakan, kegiatan olahraga merupakan salah satu cara untuk memberikan ruang bagi warga binaan dalam menjaga kesehatan sekaligus mengembangkan sikap positif.

“Olahraga bukan hanya untuk menjaga kesehatan dan kebugaran, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan. Melalui kegiatan seperti ini, warga binaan dapat belajar tentang disiplin, kerja sama, sportivitas, dan bagaimana menghargai orang lain,” kata Akhmad Herriansyah.

Menurut dia, kegiatan pertandingan persahabatan juga memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk menyalurkan minat dan bakat mereka dalam suasana yang sehat.

“Kami ingin kegiatan pembinaan di Lapas tidak hanya berorientasi pada rutinitas, tetapi juga memberikan ruang bagi warga binaan untuk mengembangkan potensi dan membangun kepercayaan diri,” ujarnya.

Sementara itu, Salman mengatakan pertandingan tersebut digelar sebagai sarana rekreasi sekaligus menjaga kondisi fisik warga binaan.

“Tujuannya selain sebagai sarana rekreasi bagi warga binaan, juga untuk menjaga kesehatan dan kebugaran. Dengan adanya pertandingan seperti ini, mereka bisa berolahraga sekaligus membangun semangat sportivitas,” kata Salman.

Salah seorang warga binaan yang mengikuti pertandingan, AR, mengaku tetap menikmati laga meski timnya harus mengakui keunggulan lawan.

“Senang bisa main voli hari ini. Bisa olahraga, terus bisa main bareng teman-teman dari Sungai Lulut. Walaupun kalah, tetap seru. Mudah-mudahan bisa pertandingan lagi nanti,” ujarnya.

Pertandingan persahabatan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan olahraga dapat menjadi bagian dari proses pembinaan di Lapas Banjarmasin.

Selain menjaga kebugaran, aktivitas tersebut menjadi sarana bagi warga binaan untuk membangun kebersamaan, menyalurkan minat, dan mengembangkan nilai sportivitas.

Tinggalkan Komentar