Pemkab Paser Dorong Pelajar Melek Finansial Lewat GENCARKAN 2026

PASER, Gerbangkaltim.com– Pemerintah Kabupaten Paser mendorong peningkatan literasi keuangan masyarakat, khususnya kalangan pelajar, melalui Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) Tahun 2026. Kegiatan ini digelar di Aula Pondok Pesantren Trubus Iman, Desa Padang Pangrapat, Kecamatan Tanah Grogot, Kamis (22/10/2026).

Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Paser, Pamardi Bayuaji, S.Sos., M.Si., mewakili Bupati Paser, dr. Fahmi Fadli, menghadiri sekaligus membuka kegiatan tersebut.

Dalam sambutan Bupati Paser yang dibacakannya, Pamardi menyampaikan bahwa pemerintah daerah mendukung pelaksanaan GENCARKAN sebagai langkah strategis untuk memperluas akses terhadap layanan keuangan sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat dalam mengelola keuangan secara bijak.

Menurutnya, literasi keuangan semakin penting seiring perkembangan teknologi dan digitalisasi yang memudahkan masyarakat mengakses berbagai produk dan layanan keuangan. Namun, kemudahan tersebut juga disertai risiko, seperti penipuan digital, investasi ilegal, dan pinjaman online ilegal.

Karena itu, masyarakat perlu memiliki pengetahuan yang memadai agar dapat membedakan layanan keuangan yang legal dan aman dari tawaran yang berpotensi merugikan.

  1. Literasi keuangan penting bagi generasi muda

Pamardi mengatakan, kecerdasan dalam mengelola keuangan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan dasar yang perlu dimiliki setiap individu, termasuk pelajar.

“Cerdas keuangan bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah kebutuhan dasar bagi setiap individu. Ketika masyarakat Kabupaten Paser cerdas keuangan, mereka akan mampu mengelola pendapatan dan pengeluaran dengan bijak, memilih produk investasi yang aman dan legal, serta memanfaatkan akses permodalan perbankan untuk mengembangkan usaha,” ujarnya.

Menurutnya, pemahaman keuangan sejak dini dapat membantu generasi muda membangun kebiasaan positif, seperti menabung, menyusun prioritas kebutuhan, dan menggunakan uang secara bertanggung jawab.

Di tengah maraknya transaksi digital, pelajar juga perlu memahami risiko sebelum menggunakan layanan keuangan. Kemampuan mengenali penipuan dan menilai kewajaran suatu penawaran menjadi bagian penting dari kecakapan finansial.

Dengan pemahaman tersebut, generasi muda diharapkan tidak mudah tergiur tawaran keuntungan besar dalam waktu singkat maupun menggunakan layanan keuangan tanpa memahami ketentuan dan risikonya.

  1. Masyarakat diminta menerapkan prinsip legal dan logis

Dalam kesempatan itu, Pamardi mengingatkan peserta agar membiasakan diri melakukan pemeriksaan sebelum bertransaksi secara digital. Masyarakat juga diminta menerapkan prinsip 2L, yakni Legal dan Logis, ketika menilai tawaran investasi.

Prinsip legal berarti memastikan produk atau penyedia layanan keuangan memiliki izin dari otoritas yang berwenang sesuai ketentuan. Sementara itu, prinsip logis berarti menilai apakah keuntungan yang ditawarkan masuk akal dan sebanding dengan risiko investasi.

Kedua prinsip tersebut penting untuk membantu masyarakat menghindari penawaran investasi yang menjanjikan keuntungan tidak wajar atau mengklaim hasil besar dalam waktu singkat.

Pemerintah Kabupaten Paser berharap edukasi semacam ini dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat sekaligus mendorong kebiasaan mengambil keputusan keuangan berdasarkan informasi yang benar.

  1. Pemkab Paser perkuat kolaborasi dengan lembaga keuangan

Pamardi menegaskan, peningkatan literasi dan akses keuangan membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Pemerintah Kabupaten Paser berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, perbankan, dan lembaga jasa keuangan lainnya.

Edukasi keuangan diharapkan dapat menjangkau berbagai kelompok masyarakat, mulai dari pelajar, ibu rumah tangga, petani, nelayan, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Selain meningkatkan pemahaman masyarakat, perluasan akses terhadap produk dan layanan keuangan juga diharapkan dapat membantu pelaku UMKM memperoleh akses permodalan untuk mengembangkan usaha.

“Pemerintah Kabupaten Paser menyambut baik dan mendukung penuh pelaksanaan GENCARKAN sebagai langkah strategis untuk memperluas akses keuangan sekaligus meningkatkan literasi keuangan masyarakat,” demikian pesan Bupati Paser dalam sambutan yang dibacakan Pamardi.

Ia juga mengapresiasi kontribusi perbankan dan lembaga keuangan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperkuat kemandirian finansial, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap visi Kabupaten Paser, yakni Paser TUNTAS: Tangguh, Unggul, Transformatif, Adil, dan Sejahtera.

  1. OJK, BI, dan perbankan turut hadir

Kegiatan GENCARKAN 2026 turut dihadiri Kepala Divisi Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK, Ida Bagus Putu Siwa Adnyana; perwakilan Bank Indonesia, Hendro Setyo Nugroho dan Dadang Fahruzi; serta Kepala Wilayah Bursa Efek Indonesia Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Ferdinan Sihombing.

Hadir pula Pemimpin Cabang BNI Tanah Grogot, Sri Lailany Kadarsih, dan Pemimpin Cabang Bank Syariah Indonesia, Triyogo Adiwinoto.

Selain itu, kegiatan dihadiri perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Paser, Nursalim, S.Pd.; pimpinan Pondok Pesantren Trubus Iman yang diwakili Dr. H. Daniar, M.A.; serta para ustaz, ustazah, dan siswa-siswi Pondok Pesantren Trubus Iman.

Kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut mencerminkan pentingnya kolaborasi dalam memperluas edukasi keuangan. Melalui GENCARKAN, pelajar diharapkan semakin memahami cara mengelola uang, mengenali risiko transaksi digital, dan mengambil keputusan keuangan secara lebih bijak. (Adv)

Tinggalkan Komentar