Pemkot Balikpapan Kaji Pembangunan Radar HF BMKG, Pantai Manggar Jadi Salah Satu Opsi
Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mulai mengkaji rencana pemasangan Radar High Frequency (HF) milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem pemantauan cuaca dan mitigasi kebencanaan di wilayah tersebut.
Pembahasan ini mengemuka dalam rapat koordinasi lintas perangkat daerah yang digelar di lingkungan Pemkot Balikpapan, Kamis (9/4/2026)
Pertemuan tersebut dipimpin oleh perwakilan Sekretariat Daerah dan dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Balikpapan, Cokorda Ratih Kusuma.
Fokus utama rapat adalah menentukan lokasi paling tepat untuk pembangunan radar, dengan mempertimbangkan berbagai aspek teknis seperti jangkauan pemantauan, kondisi geografis, hingga integrasi dengan sistem peringatan dini BMKG.
Infrastruktur ini dinilai krusial mengingat wilayah Balikpapan memiliki karakter cuaca yang dinamis serta potensi bencana hidrometeorologi.
Salah satu lokasi yang masuk dalam pembahasan adalah kawasan Pantai Manggar Segara Sari. Kawasan tersebut dinilai memiliki posisi strategis untuk mendukung efektivitas radar dalam memantau kondisi atmosfer di wilayah pesisir dan sekitarnya.
Namun demikian, rencana penempatan radar di kawasan wisata tersebut memunculkan sejumlah pertimbangan, terutama terkait dampaknya terhadap sektor pariwisata. Pemerintah kota menilai perlunya kajian mendalam agar pembangunan infrastruktur tidak mengganggu fungsi utama kawasan sebagai destinasi wisata unggulan.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Balikpapan, Cokorda Ratih Kusuma menegaskan, Pantai Manggar memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian daerah melalui sektor pariwisata. Oleh sebab itu, setiap rencana pembangunan harus mempertimbangkan keberlanjutan kawasan tersebut
“Kami melihat Pantai Manggar sebagai aset strategis pariwisata Balikpapan. Karena itu, perlu kajian komprehensif agar rencana pembangunan tetap selaras dengan pengembangan wisata dan tidak mengurangi kenyamanan pengunjung,” ujar Ratih.
Selain aspek pariwisata, faktor keselamatan juga menjadi perhatian dalam perencanaan pembangunan radar. Pemerintah memastikan bahwa setiap tahapan akan melalui evaluasi teknis dan kajian lingkungan secara menyeluruh, termasuk analisis risiko terhadap masyarakat dan aktivitas publik di sekitar lokasi.
Pemkot Balikpapan menegaskan komitmennya untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan infrastruktur strategis dan perlindungan potensi daerah yang telah berkembang. Keberadaan radar HF diharapkan dapat meningkatkan akurasi data cuaca dan memperkuat sistem peringatan dini, sehingga mampu meminimalkan risiko bencana.
Hasil kajian dari rapat ini akan menjadi dasar dalam pengambilan keputusan akhir terkait lokasi pembangunan radar. Pemerintah berharap proyek ini dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat, baik dari sisi keselamatan maupun peningkatan kualitas layanan informasi cuaca, tanpa mengorbankan sektor pariwisata yang menjadi salah satu andalan daerah. (HP/Adv Kominfo Balikpapan).
BACA JUGA
