Penduduk Kaltim Tembus 4,05 Juta Jiwa, Bonus Demografi Masih Terjaga
Gerbangkaltim.com, Samarinda – Jumlah penduduk Provinsi Kalimantan Timur terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik Kalimantan Timur, total penduduk Kaltim kini mencapai 4,05 juta jiwa atau tepatnya 4.050,64 ribu jiwa.
Angka tersebut menunjukkan kenaikan signifikan dibandingkan hasil Sensus Penduduk 2010 yang mencatat jumlah penduduk Kalimantan Timur sebanyak 3,02 juta jiwa. Meski demikian, laju pertumbuhan penduduk dalam lima tahun terakhir tercatat melambat menjadi 1,52 persen per tahun.
Kepala BPS Kalimantan Timur, Mas’ud Rifai, mengatakan perlambatan pertumbuhan penduduk menjadi salah satu indikator perubahan struktur demografi di Kaltim. Namun di sisi lain, kondisi rasio ketergantungan yang masih rendah menunjukkan provinsi ini masih menikmati bonus demografi.
“Rasio ketergantungan Kalimantan Timur pada 2025 berada di angka 40,19 persen. Artinya setiap 100 penduduk usia produktif menanggung sekitar 40 hingga 41 penduduk nonproduktif,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (7/5/2026).
Menurutnya, rasio ketergantungan yang masih berada di bawah 50 persen sejak 2010 hingga 2025 menjadi tanda bahwa struktur penduduk Kaltim masih didominasi usia produktif. Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi modal penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah apabila dikelola secara optimal.
Berdasarkan data wilayah, Kabupaten Mahakam Ulu tercatat memiliki rasio ketergantungan tertinggi di Kalimantan Timur sebesar 42,47 persen. Sementara rasio terendah berada di Kabupaten Penajam Paser Utara dengan angka 29,92 persen.
Dari sisi komposisi penduduk, jumlah laki-laki di Kalimantan Timur mencapai 2,09 juta jiwa atau sekitar 51,74 persen dari total populasi. Sedangkan jumlah perempuan tercatat sebanyak 1,95 juta jiwa atau 48,26 persen.
SUPAS 2025 juga mencatat angka kelahiran total atau Total Fertility Rate (TFR) sebesar 2,09. Angka tersebut menggambarkan rata-rata jumlah anak yang dilahirkan seorang perempuan selama masa reproduksi.
Sementara itu, angka kematian bayi (Infant Mortality Rate/IMR) di Kalimantan Timur tercatat sebesar 13,47 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2025.
Selain pertumbuhan alami penduduk, tingginya arus migrasi juga menjadi faktor yang memengaruhi perkembangan demografi Kaltim. Data BPS menunjukkan sekitar 29 hingga 30 dari setiap 100 penduduk Kalimantan Timur lahir di luar provinsi tersebut.
Fenomena tersebut dinilai berkaitan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat menuju Kaltim, terutama sejak pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan pertumbuhan sektor industri di wilayah tersebut.
Namun di tengah bonus demografi, BPS juga mengingatkan bahwa Kalimantan Timur mulai memasuki fase ageing population atau penuaan penduduk. Persentase penduduk lanjut usia kini mencapai 9,05 persen dari total populasi.
Kondisi itu dinilai membawa tantangan baru bagi pemerintah daerah, terutama terkait kebutuhan layanan kesehatan, perlindungan sosial, dan fasilitas ramah lansia di masa mendatang.
Selain itu, prevalensi penyandang disabilitas pada penduduk usia lima tahun ke atas tercatat sebesar 1,75 persen. Data tersebut menunjukkan sekitar satu hingga dua dari setiap 100 penduduk usia di atas lima tahun di Kalimantan Timur mengalami disabilitas.
Sumber: BPS Kaltim
BACA JUGA
