Penjualan Motor Honda di Kaltim Naik Signifikan Jelang Lebaran 2026, Skutik Mendominasi

Honda
Marketing Supervisor Astra Motor Kaltim 1, Dios

Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Penjualan sepeda motor Honda di wilayah Kalimantan Timur mengalami peningkatan signifikan selama periode Ramadan hingga menjelang Lebaran 2026. Lonjakan ini didorong oleh tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat, terutama untuk keperluan mudik dan aktivitas hari raya.

Marketing Supervisor Astra Motor Kaltim 1, Dios, mengatakan bahwa momen Lebaran memang menjadi periode puncak penjualan kendaraan roda dua setiap tahunnya. Pada 2026, peningkatan bahkan mulai terasa sejak awal Maret, seiring dengan jatuhnya Hari Raya Idul Fitri di bulan tersebut.

“Selama Maret 2026, penjualan motor Honda di wilayah Astra Motor Kaltim 1 mencapai sekitar 4.000 hingga 5.000 unit,” ujar Dios, Sabtu (4/4/2026).

Ia menjelaskan, lonjakan paling tinggi terjadi menjelang Lebaran. Penjualan harian bahkan mampu menembus lebih dari 200 unit, dengan rekor tertinggi tercatat pada H-2 Lebaran yang mencapai 280 unit dalam satu hari.

“Puncaknya benar-benar terasa di H-2 Lebaran, penjualan harian bisa melonjak drastis,” katanya.

Dari sisi model, sepeda motor jenis skuter matik (skutik) masih menjadi pilihan utama masyarakat. Seri Honda BeAT dan Scoopy tercatat mendominasi penjualan karena dinilai irit bahan bakar, praktis, serta sesuai untuk kebutuhan harian maupun perjalanan jauh seperti mudik.

“Untuk model, yang paling banyak tetap BeAT series. Selain itu Scoopy juga masih jadi favorit. Hampir semua tipe laku, tapi dua itu yang paling dominan,” ungkap Dios.

Sementara itu, dari metode pembayaran, pembelian secara tunai masih mendominasi dengan porsi sekitar 60 persen, sedangkan sisanya dilakukan melalui skema kredit.

Kondisi ini mencerminkan daya beli masyarakat yang relatif stabil menjelang hari raya. Meski demikian, tren penjualan mulai melandai setelah Lebaran.

Hal ini dipengaruhi oleh aktivitas masyarakat yang kembali normal serta operasional dealer yang sempat terbatas selama libur panjang.

“Setelah Lebaran biasanya memang landai. Orang-orang mulai kembali beraktivitas, jadi traffic ke dealer belum terlalu
ramai,” ujarnya.

Di sisi lain, Astra Motor Kaltim 1 juga mencatat peningkatan minat terhadap program tukar tambah (trade-in). Hingga saat ini, lebih dari 20 konsumen telah memanfaatkan program tersebut, dan jumlahnya diperkirakan akan terus bertambah seiring perluasan layanan ke berbagai daerah.

“Untuk trade-in, saat ini sudah ada lebih dari 20 konsumen. Ke depan kami optimistis angkanya akan meningkat,” kata Dios.

Manajemen Astra Motor Kaltim 1 berharap tren positif ini dapat terus berlanjut, seiring dengan upaya perusahaan dalam menghadirkan program penjualan yang menarik serta memperkuat layanan kepada konsumen di Kalimantan Timur.

Tinggalkan Komentar