Pertamina Bekali Warga Binaan Lapas Balikpapan Keterampilan Bertani, Perkuat Ketahanan Pangan dan Kemandirian

Pertamina
PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Sepinggan memperkuat program pembinaan warga binaan di Lapas Kelas IIA Balikpapan melalui pelatihan pengelolaan lahan pertanian. Sabtu (27/6/2026).

Balikpapan, Gerbangkaltim.com — PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Sepinggan memperkuat program pembinaan warga binaan di Lapas Kelas IIA Balikpapan melalui pelatihan pengelolaan lahan pertanian. Program tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah bebas.

Pelatihan yang berlangsung di kawasan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas IIA Balikpapan pada Rabu (24/6) itu diikuti 11 warga binaan yang telah memasuki program asimilasi. Mereka mendapatkan pembekalan mengenai teknik memperbaiki kualitas tanah, meningkatkan produktivitas lahan, hingga menjaga keberlanjutan hasil pertanian.

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga, Edi Mangun mengatakan, program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang dijalankan perusahaan tidak hanya berorientasi pada bantuan, tetapi juga mendorong lahirnya masyarakat yang mandiri secara ekonomi.

“Program Tanggung Jawab Sosial ini berfokus pada penciptaan kemandirian masyarakat. Kami berharap melalui pelatihan ini para warga binaan memiliki bekal keterampilan yang kuat. Dengan demikian, setelah menyelesaikan masa pembinaan dan kembali ke masyarakat, mereka dapat membentuk komunitas yang produktif serta membuka peluang ekonomi mandiri yang memberikan manfaat positif bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya,” ujar Edi.

Menurut dia, pelatihan tersebut menjadi penting mengingat kondisi lahan di Balikpapan yang memiliki tingkat kesuburan relatif rendah dan memerlukan teknik pengelolaan khusus agar tetap produktif. Warga binaan diajarkan cara meregenerasi tanah bekas media tanam sehingga dapat digunakan kembali untuk berbagai komoditas pertanian.

Program ini merupakan kelanjutan pendampingan Pertamina kepada Lapas Kelas IIA Balikpapan yang telah dimulai sejak 2022 melalui pengelolaan limbah. Sejak 2025, fokus pendampingan diperluas ke sektor pertanian sebagai bagian dari penguatan program pembinaan kemandirian warga binaan.

Kepala Subseksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja Lapas Kelas IIA Balikpapan, Setyo D. Moko mengapresiasi dukungan berkelanjutan yang diberikan Pertamina terhadap pengembangan kawasan SAE.

“Kami sangat berterima kasih atas pendampingan berkelanjutan dari Pertamina. Salah satu bentuk dukungan yang sangat membanggakan adalah pembangunan fasilitas greenhouse berukuran 22 x 11 meter di area SAE ini. Melalui fasilitas tersebut, kami bersama warga binaan berhasil melaksanakan panen raya perdana melon dengan hasil panen terbesar mencapai sekitar 400 kilogram,” kata Moko.

Kawasan SAE Lapas Balikpapan seluas sekitar 7.000 meter persegi kini dikembangkan sebagai pusat pembinaan berbasis pertanian terpadu. Berbagai komoditas hortikultura seperti melon, kangkung, sawi, cabai, dan pisang dibudidayakan berdampingan dengan sektor perikanan serta peternakan ayam.

Pelatihan pembenahan tanah juga dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan budidaya melon yang rentan terhadap serangan hama sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang belum tergarap.

Selain memberikan pelatihan, Pertamina turut menyalurkan sejumlah sarana pendukung, di antaranya mesin sprayer tanaman, pupuk kandang, sekam, bahan pembuatan pestisida alami, hingga ember fermentasi pupuk. Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat program ketahanan pangan yang dijalankan di lingkungan Lapas Kelas IIA Balikpapan.

Tinggalkan Komentar