Pertamina Tambah Pasokan Biosolar di Dua SPBU Balikpapan, DPRD dan BPH Migas Evaluasi Kuota

Pertamina
PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menambah pasokan Biosolar subsidi di dua stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Balikpapan. Jum'at (8/5/2026).

Balikpapan, Gerbangkaltim.com — PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menambah pasokan Biosolar subsidi di dua stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Balikpapan. Penambahan dilakukan untuk menjaga kelancaran distribusi BBM subsidi bagi sektor transportasi dan logistik.

Langkah tersebut dilakukan setelah DPRD Kota Balikpapan menggelar audiensi bersama perwakilan mahasiswa, sopir truk, Pertamina, dan BPH Migas, Rabu (6/5/2026).

Audiensi membahas antrean kendaraan dan kondisi penyaluran Biosolar subsidi di sejumlah SPBU di Balikpapan.

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga, Edi Mangun mengatakan, Pertamina mendukung evaluasi yang dilakukan BPH Migas untuk memperbaiki distribusi BBM subsidi di daerah tersebut.

“Pertamina pada prinsipnya mendukung langkah-langkah evaluasi yang dilakukan bersama para pemangku kepentingan agar penyaluran Biosolar di Kota Balikpapan dapat semakin optimal, kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, dan penyaluran berjalan lebih tepat sasaran,” kata Edi dalam keterangan tertulis, Jumat (9/5/2026).

Menurut Edi, BPH Migas akan mengevaluasi kuota penyaluran Biosolar di SPBU 6476119 KM 13 dan SPBU 6476110 KM 15. Kedua SPBU tersebut saat ini melayani penyaluran Biosolar selama 24 jam.

Selain itu, BPH Migas juga akan meninjau usulan penambahan SPBU penyalur Biosolar subsidi yang diajukan Pemerintah Kota Balikpapan. Saat ini, usulan tersebut masih berada dalam proses administrasi.

Pertamina sejak Senin (4/5/2026) telah meningkatkan penyaluran Biosolar di atas kuota harian yang ditetapkan pemerintah. SPBU KM 13 menerima tambahan pasokan hingga 64 kiloliter per hari atau sekitar 160 persen dari kuota normal.

Sementara itu, SPBU KM 15 menerima pasokan 40 kiloliter per hari atau sekitar 162,5 persen dari kuota harian.
Edi mengatakan penambahan pasokan tetap dilakukan secara terukur agar kuota BBM subsidi dapat mencukupi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun.

“Kami terus berupaya menjaga ketersediaan stok dan kelancaran penyaluran di lapangan agar aktivitas masyarakat, khususnya sektor transportasi dan logistik, tetap berjalan optimal,” ujar Edi.

Pertamina juga mengajak pemerintah daerah, aparat penegak hukum, sopir truk, mahasiswa, dan masyarakat untuk ikut mengawasi distribusi Biosolar subsidi agar penyalurannya tepat sasaran.

Perusahaan tersebut terus mendorong penggunaan sistem QR Code Subsidi Tepat untuk mengontrol distribusi BBM subsidi dan memastikan penggunaannya sesuai ketentuan pemerintah.

Tinggalkan Komentar