PJI Kaltim Resmi Dikukuhkan, Jerison Togelang Jadi Ketua
SAMARINDA, Gerbangkaltim.com — PJI Kaltim resmi memiliki kepengurusan baru setelah Ketua Umum Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Hartanto Boechori mengukuhkan dan melantik Dewan Pengurus Daerah (DPD) PJI Kalimantan Timur periode 2026–2030 di Samarinda, Kamis, 20 Agustus 2026.
Pengukuhan tersebut berlangsung bertepatan dengan peringatan HUT ke-28 PJI. Momentum ini sekaligus menjadi awal perjalanan kepengurusan PJI Kaltim di bawah kepemimpinan Jerison Togelang.
Pelantikan digelar di Gedung UPTD Taman Budaya Provinsi Kalimantan Timur, Samarinda. Acara dihadiri jajaran pengurus PJI, insan pers dari berbagai media, mitra organisasi, serta sejumlah perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalimantan Timur.
Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya perwakilan BIN Daerah Kaltim Janu Satria, Irjen Pol. Yehu Wangsajaya dari Jakarta, serta Ketua DPD PJI Sulawesi Selatan Akbar Polo.
Suasana pengukuhan semakin khidmat melalui prosesi pemotongan tumpeng sebagai ungkapan syukur atas perjalanan PJI selama 28 tahun. Tumpeng dipotong Jerison Togelang dan diserahkan kepada Hartanto Boechori sebagai simbol penghormatan kepada Ketua Umum PJI.
Potongan tumpeng kemudian diberikan Hartanto kepada istrinya, Susy, sebagai bentuk penghargaan atas dukungan keluarga dalam perjalanan organisasi.
Hartanto Tekankan Amanah dan Profesionalisme Pers
Dalam sambutannya, Hartanto Boechori menegaskan bahwa kepemimpinan dalam organisasi profesi bukan sekadar posisi atau kehormatan. Setiap jabatan, kata dia, merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Ia meminta jajaran PJI Kaltim menjaga profesionalisme, menjunjung Kode Etik Jurnalistik, mempertahankan independensi, serta memelihara martabat profesi wartawan.
“PJI bukan sekadar organisasi. PJI rumah bagi jurnalis dan wadah untuk membangun profesionalisme, integritas, serta menjaga marwah pers,” ujar Hartanto.
Ia juga mengingatkan pentingnya soliditas seluruh anggota PJI. Menurutnya, kekompakan menjadi salah satu kekuatan organisasi yang harus terus dipertahankan.
“PJI diperhitungkan karena kekompakan kita dan wajib tetap kita jaga,” tegasnya.
PJI Kaltim Didorong Ambil Peran di Tengah Pembangunan IKN
Hartanto juga menyoroti posisi strategis Kalimantan Timur seiring pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Menurutnya, perhatian nasional dan internasional terhadap Kaltim membuat peran pers semakin penting dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat.
Dalam konteks tersebut, PJI Kaltim diharapkan mampu menjadi bagian dari ekosistem pers yang kritis sekaligus konstruktif. Pers, menurut Hartanto, harus tetap independen dan tidak menjadi alat kekuasaan.
Keberadaan pers yang profesional juga dinilai dapat menjadi mitra strategis dalam pembangunan. Pers memiliki peran penting dalam mengawal kebijakan, menyampaikan informasi publik, sekaligus menjaga ruang demokrasi tetap sehat di tengah perubahan besar yang berlangsung di Kalimantan Timur.
Jerison Togelang Siap Bangun Soliditas PJI Kaltim
Sementara itu, Ketua DPD PJI Kaltim periode 2026–2030, Jerison Togelang, menyatakan siap menjalankan amanah yang diberikan kepadanya.
Ia berkomitmen memperkuat organisasi dan membangun soliditas anggota PJI di seluruh wilayah Kalimantan Timur. Kepemimpinan baru tersebut diharapkan dapat membawa PJI Kaltim semakin aktif dalam meningkatkan kapasitas dan profesionalisme jurnalis.
“Dari Kalimantan Timur, semangat Persatuan Jurnalis Indonesia kita kuatkan. Kami siap bekerja, membangun organisasi, dan menjaga marwah pers sesuai arahan Ketua Umum PJI,” kata Jerison.
Pengukuhan DPD PJI Kaltim periode 2026–2030 pun menjadi penanda dimulainya babak baru organisasi tersebut di Bumi Etam. Dengan tantangan dunia pers yang semakin kompleks, kepengurusan baru diharapkan mampu memperkuat integritas, profesionalisme, serta solidaritas antarjurnalis.
Momentum HUT ke-28 PJI kemudian ditutup dengan seruan bersama anggota PJI Kaltim sebagai penegasan komitmen organisasi untuk terus menjaga pers sebagai salah satu pilar penting demokrasi.
Sumber: PJI Kaltim
BACA JUGA
