Polairud Polda Kaltim Ungkap Pencurian di Platform Migas PHM, Dua Pelaku Ditangkap

Polairud Polda Kaltim
Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polda Kalimantan Timur mengungkap kasus pencurian di anjungan minyak dan gas (migas) lepas pantai yang dikelola PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM). Rabu (11/3/2026).

Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polda Kalimantan Timur mengungkap kasus pencurian di anjungan minyak dan gas (migas) lepas pantai yang dikelola PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM). Dalam kasus tersebut, polisi telah mengamankan dua orang pelaku, sementara satu pelaku lainnya masih dalam pencarian.

Kepala Seksi Intelijen Subdit Penegakan Hukum (Gakkum) Polairud Polda Kaltim, Kompol Tri Satria Firdaus mengatakan, pengungkapan kasus bermula dari laporan kehilangan yang disampaikan pihak perusahaan kepada kepolisian.

“Setelah menerima laporan dari pihak Pertamina mengenai kehilangan sejumlah peralatan di platform, kami langsung melakukan penyelidikan di lapangan,” kata Tri Satria di Balikpapan, Rabu (11/3/2026).

Dari hasil penyelidikan tersebut, polisi berhasil mengidentifikasi dan menangkap dua orang yang diduga terlibat dalam aksi pencurian tersebut.

“Dua pelaku sudah kami amankan. Sementara satu pelaku lainnya masih berstatus daftar pencarian orang (DPO) dan masih dalam proses pengejaran,” ujarnya.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa kotak peralatan (toolbox), aki, kabel, pakaian yang digunakan saat melakukan aksi, serta uang yang diduga hasil penjualan barang curian.

Berdasarkan hasil audit internal perusahaan, kerugian yang ditimbulkan akibat pencurian tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp 80 juta.

Tri Satria menjelaskan, berdasarkan pemeriksaan sementara, para pelaku awalnya datang ke lokasi anjungan untuk memancing. Namun ketika melihat platform dalam kondisi tidak berpenghuni, muncul niat untuk mengambil sejumlah peralatan yang ada di lokasi.

“Awalnya mereka datang untuk memancing. Saat melihat platform kosong, timbul niat untuk mengambil barang di sana,” katanya.

Ia menambahkan, pada kunjungan pertama para pelaku belum membawa peralatan untuk melakukan pencurian sehingga rencana tersebut sempat dibatalkan.

“Keesokan harinya mereka kembali dengan membawa peralatan, kemudian melakukan pemotongan kabel dan mengambil sejumlah peralatan yang ada di platform,” ujar Tri.

Aksi pencurian tersebut dilakukan secara bertahap pada awal tahun ini.
Sementara itu, Asisten Manager Security Pertamina Hulu Mahakam, Rivai Aris, menjelaskan bahwa lokasi kejadian merupakan salah satu anjungan migas lepas pantai yang berada di kawasan lapangan South Mahakam.

Menurut dia, anjungan tersebut berjarak sekitar 25 kilometer dari pesisir Balikpapan dan berada di kawasan yang juga terdapat sejumlah fasilitas migas milik perusahaan energi lainnya.

“Di wilayah tersebut terdapat beberapa platform milik objek vital nasional, di antaranya milik Pertamina, Pertamina Hulu Mahakam, dan Eni,” kata Rivai.

Rivai menegaskan bahwa meskipun barang yang dicuri sebagian besar berupa peralatan kerja dan kabel, tindakan tersebut berpotensi menimbulkan dampak besar apabila menyasar fasilitas yang berkaitan langsung dengan proses produksi.

“Dampak yang paling kami hindari adalah terganggunya produksi. Jika peralatan yang berkaitan dengan produksi diambil atau rusak, hal itu bisa menyebabkan sumur tidak beroperasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, penghentian produksi tidak hanya berdampak pada operasional perusahaan, tetapi juga dapat memengaruhi pasokan energi ke kilang milik Pertamina di Balikpapan.

“Gas dari anjungan tersebut menjadi salah satu pasokan untuk mendukung operasional kilang. Jika produksi berhenti, tentu suplai ke kilang bisa berkurang,” kata Rivai.

Rivai menyebutkan, peristiwa pencurian di platform lapangan South Mahakam ini merupakan kejadian pertama yang terjadi di fasilitas tersebut. Namun, kasus serupa pernah terjadi di beberapa anjungan lain di perairan sekitar Balikpapan.

Ke depan, pihak perusahaan bersama kepolisian berencana meningkatkan pengamanan dan sistem pengawasan di kawasan anjungan lepas pantai.

“Kami akan memperkuat pengawasan dan bekerja sama dengan kepolisian agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” ujar Rivai.

Tinggalkan Komentar