Polda Kaltim Beri Masukan Strategis untuk Diklat Polri 2027

diklat Polri 2027
Peserta mengikuti kegiatan survei SSDM Polri di Gedung Mahakam Polda Kaltim sebagai upaya merumuskan kebijakan pendidikan dan pelatihan Polri Tahun Anggaran 2027

Gerbangkaltim.com, Balikpapan – Polda Kalimantan Timur melalui Biro Sumber Daya Manusia (Ro SDM) turut ambil bagian dalam proses penyusunan kebijakan pendidikan dan pelatihan (diklat) Polri Tahun Anggaran 2027. Keterlibatan ini diwujudkan melalui kegiatan survei yang digelar oleh Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri di Gedung Mahakam Polda Kaltim, Kamis (9/4/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menghimpun berbagai masukan dari daerah guna merumuskan kebijakan pengembangan SDM Polri yang lebih adaptif dan relevan dengan tantangan tugas ke depan. Proses survei tersebut berada di bawah koordinasi Kepala Biro SDM Polda Kaltim, Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra.

Sejumlah pejabat dan personel turut hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Kabagjakdiklat Rojianstra SSDM Polri Kombes Pol Guntur Sunoto beserta tim, serta narasumber dari kalangan akademisi yang memberikan pandangan strategis terkait arah pengembangan pendidikan kepolisian.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi pembukaan, dilanjutkan sambutan dari perwakilan Ro SDM Polda Kaltim dan SSDM Polri. Setelah itu, peserta mengikuti pemaparan materi serta diskusi interaktif yang bertujuan menggali berbagai perspektif dan pengalaman dari jajaran di wilayah.

Diskusi menjadi bagian penting dalam kegiatan ini, karena menjadi wadah bagi para peserta untuk menyampaikan evaluasi terhadap sistem pendidikan dan pelatihan yang telah berjalan, sekaligus memberikan rekomendasi untuk penyempurnaan di masa mendatang.

“Masukan dari daerah sangat penting untuk memastikan kebijakan diklat yang disusun benar-benar sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar salah satu peserta dalam forum tersebut.

Kegiatan ini juga melibatkan berbagai unsur di lingkungan Polda Kaltim, mulai dari pejabat Ro SDM, satuan pendidikan (SPN), hingga jajaran Polres dan Polsek. Kehadiran berbagai unsur tersebut diharapkan mampu memberikan gambaran komprehensif terkait kebutuhan peningkatan kapasitas personel di berbagai lini.

Melalui survei ini, SSDM Polri berupaya menyusun kebijakan diklat yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kompetensi teknis, tetapi juga penguatan integritas, profesionalisme, serta kemampuan adaptasi terhadap dinamika keamanan yang terus berkembang.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib dan mendapat respons positif dari peserta. Antusiasme yang tinggi mencerminkan komitmen bersama dalam membangun sumber daya manusia Polri yang unggul, profesional, dan berdaya saing.

Hasil dari survei ini nantinya akan menjadi salah satu dasar dalam penyusunan kebijakan pendidikan dan pelatihan Polri yang lebih efektif, guna mendukung pelaksanaan tugas kepolisian yang semakin kompleks di masa depan.

Sumber: Polda Kalimantan Timur

Tinggalkan Komentar