Polda Kaltim Siagakan Brimob, Apel Gabungan Pengamanan Aksi di Kantor Gubernur Samarinda Berlangsung Kondusif
Gerbangkaltim.com, Samarinda – Kepolisian Daerah Kalimantan Timur memperkuat pengamanan menjelang aksi unjuk rasa di kawasan Kantor Gubernur Kalimantan Timur dengan menggelar apel gabungan pada Selasa (21/04/2026) pagi. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah ibu kota provinsi.
Apel yang berlangsung sejak pukul 08.00 WITA tersebut melibatkan personel dari Satuan Brimob Polda Kalimantan Timur, khususnya Batalyon B Pelopor serta Subden Komposit Gegana. Kegiatan dipimpin oleh Komandan Batalyon B Pelopor, Edy Musdwiyono, dengan Kapolresta Samarinda, Hendri Umar, bertindak sebagai pengambil apel.
Dalam pelaksanaan pengamanan, personel dilengkapi dengan perlengkapan pengendalian huru-hara (PHH) seperti tameng, tongkat, body vest, hingga peralatan taktis lainnya. Selain itu, sejumlah kendaraan operasional juga disiagakan, termasuk armada taktis seperti AWC serta kendaraan roda dua dan roda empat guna mendukung mobilitas di lapangan.
Apel gabungan ini bertujuan memastikan seluruh personel memahami tugas, fungsi, dan prosedur dalam pengamanan aksi massa. Langkah ini sekaligus menjadi bentuk kesiapsiagaan Polri dalam menghadapi potensi gangguan keamanan yang dapat muncul selama aksi berlangsung.
Kapolda Kalimantan Timur, Endar Priantoro, melalui Kabid Humas Yuliyanto, menegaskan bahwa pendekatan humanis tetap menjadi prioritas utama dalam pengamanan aksi unjuk rasa.
“Polri hadir untuk menjamin keamanan seluruh pihak, baik peserta aksi maupun masyarakat umum. Pengamanan dilakukan secara profesional, terukur, dan mengedepankan pendekatan humanis,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa sinergi antar satuan, termasuk kesiapan personel Brimob dan unsur pendukung lainnya, menjadi faktor penting dalam menciptakan situasi yang kondusif. Dengan kesiapan tersebut, aparat berharap seluruh rangkaian aksi dapat berlangsung tertib tanpa mengganggu aktivitas masyarakat.
Hingga apel berakhir, situasi di sekitar lokasi terpantau aman dan terkendali. Aparat keamanan akan terus bersiaga untuk memastikan jalannya aksi tetap dalam koridor hukum serta menjunjung tinggi prinsip demokrasi.
Langkah pengamanan ini mencerminkan komitmen Polri dalam menjaga keseimbangan antara keamanan dan kebebasan berpendapat di ruang publik.
Sumber: Polda Kalimantan Timur
BACA JUGA
