Polri Perkuat Pengamanan di Papua Tengah dan Maluku Utara, Ratusan Personel Dikerahkan

Personel Polri disiapkan di Mako Brimob sebelum diberangkatkan ke Papua Tengah dan Maluku Utara untuk memperkuat pengamanan wilayah.
Personel Polri disiapkan di Mako Brimob sebelum diberangkatkan ke Papua Tengah dan Maluku Utara untuk memperkuat pengamanan wilayah.

Gerbangkaltim.com, Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia mengambil langkah strategis dengan mengerahkan ratusan personel tambahan ke wilayah Papua Tengah dan Maluku Utara guna memperkuat stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di kedua daerah tersebut.

Langkah ini diambil menyusul perkembangan situasi keamanan yang memerlukan perhatian khusus aparat. Pengecekan kesiapan pasukan dilakukan langsung oleh Wakapolri di Mako Brimob pada Sabtu (4/4/2026), sebagai bagian dari prosedur memastikan kesiapan operasional personel sebelum diberangkatkan ke wilayah penugasan.

Dalam penguatan tersebut, Polri menyiapkan berbagai satuan tugas dengan total ratusan personel. Untuk wilayah Papua Tengah, sebanyak 100 personel Brimob diterjunkan, didukung tim dari Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum), Badan Intelijen dan Keamanan (BIK), Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam), serta Bareskrim Polri. Total personel gabungan yang dijadwalkan berangkat ke Papua Tengah mencapai 148 orang dan akan diterbangkan menuju Nabire pada Minggu (5/4/2026) dini hari.

Sementara itu, untuk wilayah Maluku Utara, Polri telah lebih dulu mengirimkan personel Divpropam guna memperkuat pengawasan internal dan menjaga disiplin di lapangan. Pengiriman tambahan personel juga masih terus dilakukan sesuai kebutuhan situasi.

Penguatan ini tidak terlepas dari dinamika kamtibmas yang terjadi di kedua wilayah. Di Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, konflik antarwarga sempat terjadi akibat kasus dugaan pembunuhan yang memicu aksi saling serang antar desa. Insiden tersebut menyebabkan korban jiwa serta kerusakan sejumlah fasilitas, termasuk rumah warga dan tempat ibadah. Aparat gabungan TNI-Polri bersama pemerintah daerah telah bergerak cepat sehingga kondisi berangsur kondusif.

Di sisi lain, situasi di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, juga menjadi perhatian setelah terjadinya aksi kekerasan terhadap anggota Polri yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Peristiwa tersebut mendorong peningkatan pengamanan sekaligus percepatan proses penyelidikan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri, Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa langkah pengerahan personel merupakan bentuk respons cepat Polri dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.

“Polri berkomitmen untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif. Selain penguatan personel, kami juga mengedepankan pendekatan humanis serta penegakan hukum terhadap pelaku tindak kekerasan,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan lingkungan.

Saat ini, Polri terus melakukan pendalaman terhadap berbagai kasus yang terjadi, sekaligus memastikan kehadiran aparat mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat di Papua Tengah dan Maluku Utara.

Sumber: Divhumas Polri

Tinggalkan Komentar