Polsek Sepaku Gandeng Sekolah Cegah Bullying dan Narkoba
Gerbangkaltim.com, Penajam Paser Utara – Polsek Sepaku memperkuat kemitraan dengan dunia pendidikan melalui penandatanganan kerja sama bersama Sekolah Dasar (SD) Gugus III dan IV Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU), Selasa (4/8/2026).
Kerja sama tersebut diarahkan untuk membangun lingkungan pendidikan yang aman, tertib dan mendukung pembentukan karakter anak sejak usia dini. Selain memperkuat hubungan antara kepolisian dan sekolah, kemitraan ini juga menjadi sarana pencegahan berbagai persoalan sosial yang berpotensi muncul di lingkungan pendidikan.
Penandatanganan berlangsung di Aula Bhayangkari Polsek Sepaku, Desa Tengin Baru, Kecamatan Sepaku. Kegiatan dipimpin Kapolsek Sepaku AKP Syarifuddin dan dihadiri personel Polsek Sepaku serta para kepala sekolah dari SD Gugus III dan IV.
Agenda diawali dengan pemaparan mengenai program kemitraan yang akan dijalankan, dilanjutkan diskusi bersama pihak sekolah, penandatanganan dokumen kerja sama dan foto bersama.
Melalui kerja sama tersebut, Polsek Sepaku dan pihak sekolah menyiapkan sejumlah program pembinaan dan edukasi bagi peserta didik. Materinya mencakup penyuluhan hukum, pendidikan karakter, tertib berlalu lintas, pencegahan kenakalan remaja, perundungan atau bullying, hingga edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba.
Selain itu, nilai-nilai kebangsaan dan kedisiplinan juga menjadi bagian dari pembinaan yang akan diperkuat melalui kemitraan tersebut.
Polisi Masuk Sekolah dengan Pendekatan Edukatif
Kapolres Penajam Paser Utara AKBP Andreas Alek Danantara melalui Kapolsek Sepaku AKP Syarifuddin mengatakan sekolah merupakan salah satu mitra penting kepolisian dalam membangun kesadaran hukum dan budaya tertib sejak dini.
Menurutnya, pendekatan preventif dan edukatif perlu dilakukan sebelum persoalan berkembang menjadi gangguan keamanan atau masalah sosial yang lebih besar.
“Polri memiliki tanggung jawab moral untuk hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra pendidikan dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa,” ujar Syarifuddin.
Ia mengatakan komunikasi antara polisi, sekolah, tenaga pendidik, orang tua dan masyarakat perlu terus dibangun. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membantu mengenali potensi persoalan yang dihadapi anak sekaligus menentukan langkah pencegahan yang tepat.
Salah satu fokusnya adalah menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi peserta didik. Edukasi tentang perundungan, narkoba, tertib lalu lintas dan kesadaran hukum diharapkan dapat diberikan dengan pendekatan yang sesuai dengan usia anak.
Dorong Sekolah Jadi Ruang Aman bagi Anak
Polsek Sepaku juga menilai keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran di ruang kelas. Lingkungan sosial yang aman, dukungan keluarga dan pembentukan karakter turut menjadi faktor penting dalam perkembangan anak.
Karena itu, kemitraan dengan sekolah diharapkan dapat membuka ruang komunikasi yang lebih intensif antara kepolisian dan tenaga pendidik.
Polisi dapat memberikan edukasi sesuai kebutuhan sekolah, sementara pihak sekolah dapat menyampaikan persoalan atau potensi kerawanan yang perlu mendapat perhatian bersama.
Pendekatan tersebut sekaligus menempatkan kepolisian sebagai mitra yang hadir melalui edukasi dan pencegahan, bukan semata-mata melalui penegakan hukum.
Bagi Kecamatan Sepaku, penguatan kemitraan tersebut juga memiliki arti strategis seiring perkembangan kawasan dan masyarakatnya. Anak-anak yang tumbuh di lingkungan pendidikan yang tertib dan aman diharapkan memiliki fondasi karakter yang kuat untuk menghadapi perubahan sosial di masa depan.
Melalui kerja sama dengan SD Gugus III dan IV, Polsek Sepaku menegaskan komitmennya untuk membangun pelayanan kepolisian yang humanis dan kolaboratif.
Sinergi antara polisi dan sekolah diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi berlanjut dalam berbagai kegiatan edukasi dan pembinaan yang memberikan manfaat langsung bagi peserta didik.
Dengan langkah tersebut, upaya menciptakan sekolah yang aman, inklusif dan berorientasi pada pembentukan karakter dapat dilakukan secara bersama-sama. Pencegahan sejak usia dini menjadi investasi penting untuk menyiapkan generasi yang disiplin, memiliki kesadaran hukum dan mampu tumbuh menjadi bagian dari masyarakat yang lebih baik.
Sumber: Humas Polres Penajam Paser Utara.
BACA JUGA
