Dua Penerbangan Pesawat Garuda Dialihkan Akibat Kabut Asap, Penumpang Rute Palangka Raya dan Samarinda Mendarat di Balikpapan

Bandara SAMS Sepinggan
Pesawat Garuda Indonesia tujuan Palangka Raya masih menunggu kepastian keberangkatan setelah penerbangan mereka dialihkan ke Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan, Kamis (17/9/2026).

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Sejumlah penumpang pesawat Garuda Indonesia tujuan Palangka Raya masih menunggu kepastian keberangkatan setelah penerbangan mereka dialihkan ke Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan, Kamis (17/9/2026).

Pengalihan penerbangan dilakukan akibat kondisi kabut asap yang mengganggu jarak pandang di sejumlah bandara di Kalimantan, termasuk Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya.

Salah seorang penumpang Garuda Indonesia dari Jakarta menuju Palangka Raya, Natalia, mengatakan pesawat yang ditumpanginya sempat mengalami penundaan sebelum akhirnya dialihkan ke Balikpapan.

Menurut Natalia, penerbangan seharusnya berangkat dari Jakarta sekitar pukul 15.00 WIB pada Rabu (16/9/2026). Namun, penerbangan tersebut kemudian dibatalkan dan dijadwalkan kembali pada Kamis pagi.

“Jakarta ke Palangka, dialihkan tadi pagi. Setengah delapan, ada delay beberapa menit. Sebelum landing di Palangka, tiba-tiba dialihkan ke Balikpapan,” kata Natalia.

Pesawat yang ditumpanginya tiba di Balikpapan sekitar pukul 11.00 Wita. Hingga sekitar pukul 14.30 Wita, Natalia bersama penumpang lainnya masih menunggu informasi dari pihak maskapai.
Ia mengatakan pihak Garuda Indonesia menyampaikan informasi mengenai perkembangan penerbangan akan diberikan setiap 30 menit.

“Tadi saya tanya ke pihak Garuda, katanya akan diinformasikan setiap 30 menit. Ini sudah lebih 30 menit, belum ada informasi lagi,” ujarnya.

Natalia mengaku penumpang masih bersedia menunggu, namun berharap maskapai memberikan kepastian terkait kelanjutan perjalanan mereka menuju Palangka Raya.

“Kita menunggu juga ada batasnya. Mau bagaimana lagi, kami butuh diterbangkan ke sana karena pesannya kan ke Palangka, bukan ke Balikpapan,” katanya.

Ia juga berharap apabila kondisi Bandara Tjilik Riwut memang tidak memungkinkan untuk didarati, penumpang dapat memperoleh informasi sejak awal.

“Harapannya ada kebijakan. Harusnya dibatalkan saja kemarin, tidak usah diterbangkan. Kemarin tidak ada pemberitahuan kalau kondisi di Palangka Raya seperti apa,” tutur Natalia.

Dua Penerbangan Garuda Dialihkan

General Manager Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, R. Iwan Winaya Mahdar, mengatakan terdapat dua penerbangan Garuda Indonesia yang dialihkan ke Balikpapan pada Kamis.
Kedua penerbangan tersebut yakni GA 550 dan GA 580 dengan tujuan Palangka Raya dan Samarinda.

“Hari ini kami mencatat ada dua pesawat dari Maskapai Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 550 dan GA 580,” kata Iwan.

Menurut Iwan, masing-masing penerbangan membawa ratusan penumpang. Piiara penumpang kemudian ditempatkan di Gate 1 Bandara SAMS Sepinggan sembari menunggu perkembangan kondisi di bandara tujuan.

“Penumpang di Gate 1, menunggu jarak pandang membaik di dua bandara tujuan,” ujarnya.

Iwan menegaskan belum ada kepastian kapan penerbangan tersebut dapat kembali melanjutkan perjalanan. Keputusan penerbangan sangat bergantung pada kondisi jarak pandang di bandara tujuan.

“Kita belum dapat kepastian waktu terbang, karena tergantung kondisi di bandara tujuan. Di sana siaga karhutla, jadi menyesuaikan,” katanya.

20-30 Pesawat Dialihkan ke Balikpapan.

Di sisi lain, Bandara SAMS Sepinggan masih memiliki kondisi jarak pandang yang memungkinkan untuk melayani penerbangan.
Berdasarkan dokumen operasional bandara, jarak pandang minimum di runway 07 tercatat 2.700 meter, sedangkan runway 25 sebesar 800 meter.

“Sampai saat ini belum ada pesawat terdampak di bandara kami akibat karhutla,” kata Iwan.

Meski demikian, Bandara SAMS Sepinggan menjadi salah satu bandara alternatif bagi penerbangan yang tidak dapat mendarat di sejumlah bandara di Kalimantan akibat kabut asap.

“Tapi kami support divert dari beberapa maskapai yang mestinya landing di Supadio (Pontianak), Tjilik Riwut (Palangka Raya), dan APT Pranoto (Samarinda),” ujarnya.

Iwan menyebut jumlah pesawat yang telah dialihkan ke Balikpapan mencapai sekitar 20 hingga 30 penerbangan.

“Saat ini sudah 20-30 pesawat yang divert (dialihkan) ke Balikpapan, baik dari Pontianak, Palangka Raya, Banjarmasin maupun Samarinda,” katanya.

Ia berharap kondisi cuaca dan jarak pandang di sejumlah bandara tujuan segera membaik sehingga penerbangan dapat kembali beroperasi secara normal.

“Kami berharap situasi segera membaik. Kami dapat informasi di Supadio Pontianak sudah ada hujan turun dan semoga saja segera membaik, sehingga penerbangan dapat kembali berjalan normal,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Komentar