Presiden Prabowo Borong Dua Sapi Jumbo Asal Lamongan untuk Kurban Idul Adha 2026
Gerbangkaltim.com, Lamongan – Dua ekor sapi berukuran jumbo milik peternak asal Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, terpilih menjadi hewan kurban Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada perayaan Idul Adha 1447 Hijriah atau tahun 2026. Pemilihan sapi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi para peternak lokal sekaligus memperkuat citra Lamongan sebagai salah satu sentra peternakan sapi unggulan di Jawa Timur.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lamongan, Sofiah Nur Hayati, mengatakan dua sapi pilihan Presiden berasal dari peternak di Kecamatan Kembangbahu dan Kecamatan Solokuro. Kedua hewan ternak tersebut dipastikan telah lolos pemeriksaan kesehatan dan memenuhi standar kelayakan sebagai hewan kurban kepresidenan.
“Satu sapi nantinya diperuntukkan bagi pelaksanaan kurban di Kabupaten Lamongan, sedangkan satu lainnya untuk kebutuhan tingkat provinsi,” ujar Sofiah.
Sapi pertama berjenis Simental dengan bobot mencapai sekitar 1,2 ton. Hewan ternak itu dipelihara oleh H. Suwigyo, peternak asal Desa Puter, Kecamatan Kembangbahu. Tubuhnya yang besar dan kondisi fisik yang prima membuat sapi tersebut terpilih sebagai salah satu hewan kurban Presiden.
Sementara itu, sapi kedua merupakan jenis Peranakan Ongole (PO) dengan berat sekitar 1,05 ton milik Udin, peternak asal Desa Bluri, Kecamatan Solokuro. Jenis sapi PO dikenal memiliki daya tahan kuat serta kualitas daging yang baik.
Menurut Sofiah, tim dari Disnakeswan Lamongan telah melakukan pengecekan kesehatan secara menyeluruh terhadap kedua sapi tersebut. Pemeriksaan meliputi kondisi fisik, kelengkapan administrasi kesehatan, hingga memastikan ternak bebas dari penyakit menular.
Selain memastikan kesiapan hewan kurban, Pemerintah Kabupaten Lamongan juga meningkatkan sosialisasi terkait tata cara penyembelihan hewan kurban yang halal, higienis, dan sesuai syariat Islam. Edukasi dilakukan bersama Juru Sembelih Halal (Juleha) guna memastikan proses penyembelihan memenuhi aspek kesehatan dan kesejahteraan hewan.
Terpilihnya sapi asal Lamongan sebagai hewan kurban Presiden dinilai menjadi bukti kualitas peternakan daerah yang semakin berkembang. Pemerintah daerah berharap hal tersebut mampu memotivasi peternak untuk terus meningkatkan kualitas pembibitan dan perawatan ternak mereka.
Berdasarkan data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamongan tahun 2026, populasi sapi di wilayah tersebut mencapai lebih dari 107 ribu ekor. Pemerintah daerah juga terus memperkuat upaya pencegahan penyakit mulut dan kuku (PMK) melalui vaksinasi massal dan pengawasan ketat lalu lintas ternak di pasar hewan.
BACA JUGA
