Produk Warga Binaan Lapas Banjarmasin Tembus Pameran Nasional, Cemilan Akar Pinang Dipromosikan di PENAS 2026

Lapas Banjarmasin
Produk hasil pembinaan kemandirian warga binaan Lapas Kelas IIA Banjarmasin tampil dalam Pameran Pertanian dan Agribisnis XVII Tahun 2026 yang menjadi bagian dari Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di kawasan GOR David Tony, Kabupaten Gorontalo, pada 20–25 Juni 2026. Minggu (21/6/2026).

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Produk hasil pembinaan kemandirian warga binaan Lapas Kelas IIA Banjarmasin tampil dalam Pameran Pertanian dan Agribisnis XVII Tahun 2026 yang menjadi bagian dari Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di kawasan GOR David Tony, Kabupaten Gorontalo, pada 20–25 Juni 2026.

Produk yang dipamerkan adalah cemilan khas Akar Pinang, salah satu hasil karya warga binaan yang dikembangkan melalui program pembinaan kemandirian di Lapas Banjarmasin. Keikutsertaan produk tersebut difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sebagai bentuk dukungan terhadap promosi produk unggulan daerah.

Pameran yang diikuti berbagai pelaku sektor pertanian, perikanan, peternakan, dan agribisnis dari seluruh Indonesia itu menjadi sarana bagi Lapas Banjarmasin untuk memperkenalkan hasil pembinaan warga binaan kepada masyarakat yang lebih luas.

Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah mengatakan, partisipasi dalam ajang nasional tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong warga binaan agar mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi dan daya saing.

“Keikutsertaan produk warga binaan dalam Pameran Pertanian dan Agribisnis XVII Tahun 2026 merupakan bentuk komitmen kami dalam mengembangkan program pembinaan yang produktif dan berkelanjutan. Kami ingin menunjukkan bahwa pembinaan di dalam lapas tidak hanya berfokus pada aspek pembinaan kepribadian, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat,” ujar Akhmad, Minggu (21/6/2026).

Menurut dia, kesempatan mengikuti pameran berskala nasional menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kualitas produk hasil karya warga binaan sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap program pembinaan yang dijalankan.

“Kami berharap produk-produk hasil karya warga binaan semakin dikenal dan memiliki peluang pasar yang lebih luas. Ini juga menjadi bukti bahwa warga binaan mampu menghasilkan karya yang bernilai dan berdaya saing,” katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Bagus Paras Etika, menjelaskan bahwa produk Akar Pinang dipilih sebagai salah satu produk unggulan yang dipromosikan dalam pameran tersebut.

“Produk Akar Pinang merupakan hasil pembinaan kemandirian warga binaan yang selama ini terus kami kembangkan. Melalui fasilitasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, produk ini mendapat kesempatan untuk diperkenalkan pada tingkat nasional,” ujar Bagus.

Ia berharap keikutsertaan dalam Pameran Pertanian dan Agribisnis XVII Tahun 2026 dapat membuka peluang pemasaran yang lebih besar bagi produk hasil karya warga binaan.

“Ajang ini menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus berkarya dan menghasilkan produk yang berkualitas serta memiliki nilai jual. Kami berharap semakin banyak masyarakat yang mengenal dan percaya terhadap kualitas produk hasil pembinaan pemasyarakatan,” ucapnya.

Partisipasi dalam PENAS Petani Nelayan XVII Tahun 2026 menjadi salah satu bukti bahwa program pembinaan kemandirian di Lapas Banjarmasin terus diarahkan untuk menghasilkan produk yang produktif dan bernilai ekonomi.

Selain mendukung pengembangan sektor agribisnis nasional, langkah tersebut juga membuka ruang bagi warga binaan untuk berinovasi dan berkontribusi positif melalui karya yang dihasilkan.

Tinggalkan Komentar