PTMB Fokus Perbaikan Jaringan Pipa dan Perluasan Layanan Air Bersih hingga 2026
Balikpapan, Gerbangkaltim.com — PT Manuntung Sukses (PTMB) terus melakukan pembenahan jaringan pipa transmisi air baku serta memperluas cakupan layanan air bersih di Balikpapan. Upaya ini dilakukan untuk mengatasi berbagai kendala distribusi air yang selama ini terjadi di sejumlah wilayah.
Direktur Operasional PTMB, Ali Rachman AS, mengatakan persoalan utama yang dihadapi perusahaan saat ini berkaitan dengan jaringan perpipaan, terutama pada pipa transmisi air baku dari Kilometer 12 menuju Kilometer 8 hingga Kampung Damai dengan panjang sekitar 15 kilometer.
“Permasalahan kita di PTMB terutama berada pada jaringan perpipaan, khususnya pipa transmisi air baku dari Kilometer 12 menuju Kilometer 8 hingga Kampung Damai dengan jarak kurang lebih 15 kilometer,” kata Ali, Senin (9/3/2026).
Ia menjelaskan, sebagian besar pekerjaan perbaikan jaringan tersebut telah diselesaikan sejak 2024 hingga awal 2025. Perbaikan meliputi jalur dari Grand City, hingga Agung Tunggal.
Menurut Ali, saat ini hanya tersisa sekitar 500 meter pekerjaan pipa di kawasan Grand City yang masih dalam proses penyelesaian.
“Dari Grand City sampai Agung Tunggal kemarin sudah selesai. Tinggal sekitar 500 meter lagi di Grand City yang akan kami selesaikan,” ujarnya.
Selain itu, PTMB juga melanjutkan proyek penggantian pipa dari Kilometer 8 menuju Kilometer 12 yang telah dimulai sejak tahun lalu. Pada 2025, perusahaan baru mampu menyelesaikan sekitar 160 meter dari total kebutuhan sekitar 7 kilometer.
Untuk melanjutkan pekerjaan tersebut, PTMB merencanakan tambahan anggaran sekitar Rp16 miliar pada tahun ini.
“Dengan anggaran tersebut kami harapkan bisa menyelesaikan sekitar 800 meter jaringan pipa. Targetnya proyek ini bisa selesai pada 2026,” jelas Ali.
Di sisi lain, PTMB juga melakukan optimalisasi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kilometer 12. Fasilitas ini memiliki kapasitas 100 liter per detik dengan dua kompartemen.
Ali mengatakan, satu kompartemen telah dioperasikan dan mampu menghasilkan sekitar 120 liter per detik. Namun, distribusi airnya belum optimal karena keterbatasan jaringan penyaluran.
“Satu kompartemen sudah kami operasikan dan menghasilkan sekitar 120 liter per detik. Yang menjadi masalah saat ini adalah serapannya,” kata dia.
Untuk mengatasi hal tersebut, PTMB berencana mengusulkan pembangunan jaringan pipa baru dari Kilometer 10 menuju Kilometer 7 kepada pemerintah provinsi.
Jika proyek tersebut terealisasi, kata Ali, distribusi air dari IPA Kilometer 12 diharapkan dapat menjangkau lebih banyak wilayah, terutama di kawasan barat Balikpapan.
“Kalau pipa dari Kilometer 10 menuju Kilometer 7 ini terbangun, insya Allah serapan dari IPA Kilometer 12 bisa maksimal dan pelayanan di wilayah barat bisa semakin luas,” ujarnya.
Selain memperluas layanan di wilayah barat, PTMB juga menyiapkan rencana penguatan distribusi air di kawasan timur. Rencana ini memanfaatkan tambahan intake dari pemerintah provinsi di Gunung Tembak dengan kapasitas sekitar 20 liter per detik.
“Dengan tambahan intake di Gunung Tembak, layanan air bersih di wilayah tersebut akan semakin luas, dan distribusi dari Tritip juga akan mengarah ke wilayah selatan,” kata Ali.
Untuk meningkatkan efisiensi distribusi, PTMB juga akan menambah sejumlah titik District Meter Area (DMA) dengan dukungan pemerintah provinsi. Sistem ini berfungsi mengatur tekanan air di jaringan distribusi sekaligus mengurangi tingkat kehilangan air atau non-revenue water (NRW).
“Tahun lalu kami mendapat bantuan 10 DMA dari provinsi untuk mengatur tekanan jaringan agar kehilangan air bisa ditekan,” ujar Ali.
PTMB menargetkan berbagai upaya perbaikan jaringan dan pengembangan sistem distribusi ini dapat meningkatkan kapasitas layanan air bersih hingga mencapai 200–250 liter per detik di masa mendatang.
Jika seluruh rencana tersebut terealisasi, Ali optimistis permasalahan distribusi air bersih di sejumlah wilayah Balikpapan, khususnya di bagian barat dan timur kota, dapat teratasi secara bertahap
BACA JUGA
