Ramadan Mubarak, PWI Balikpapan Tebar Kepedulian untuk Penyandang Tunanetra

pwi balikpapan
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Balikpapan menyalurkan bingkisan kepada penyandang tunanetra yang tergabung dalam Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Kota Balikpapan, Sabtu (14/3/2026).

Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Di tengah suasana hangat Ramadan, sekelompok jurnalis di Kota Balikpapan memilih merayakan bulan suci dengan cara yang sederhana namun bermakna: berbagi. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Balikpapan menyalurkan bingkisan kepada penyandang tunanetra yang tergabung dalam Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Kota Balikpapan, Sabtu (14/3/2026).

Kegiatan berlangsung penuh keakraban. Tak ada kemeriahan, namun suasana silaturahmi terasa hangat ketika Ketua PWI Kota Balikpapan, Debi, menyerahkan langsung bantuan kepada perwakilan Pertuni, Salman. Momen tersebut menjadi ruang perjumpaan yang mempertemukan dua komunitas dengan semangat yang sama: saling menguatkan.

Debi mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud kepedulian sekaligus komitmen PWI untuk hadir tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang turut merasakan dan berbagi dalam kebersamaan.

“Kami memberikan bantuan ini sebagai bentuk silaturahmi dan kepedulian PWI Kota Balikpapan kepada saudara-saudara kita penyandang tunanetra. Momentum Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk saling berbagi dan mempererat kebersamaan,” ujar Debi.

Ia menegaskan, nilai bantuan yang disalurkan bukanlah hal utama. Yang terpenting adalah niat untuk berbagi dan memperkuat rasa empati di tengah masyarakat.

“Jangan dilihat dari seberapa besar pemberian yang diberikan. Ini adalah bentuk kepedulian kami untuk berbagi,” katanya.

Debi juga berharap langkah kecil ini dapat menginspirasi berbagai pihak untuk turut menumbuhkan kepedulian sosial, khususnya kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih.
Di sisi lain, perwakilan pengurus Pertuni Kota Balikpapan, Salman, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan para jurnalis tersebut.

Ia menilai dukungan seperti ini memiliki arti besar bagi para penyandang disabilitas netra, tidak hanya sebagai bantuan materi, tetapi juga sebagai penguat semangat.

“Ini merupakan bantuan yang kedua kami terima. Sebelumnya kami juga mendapatkan bantuan dari Pak Rahmad selaku Wali Kota Balikpapan,” ujarnya.

Menurut Salman, perhatian dari berbagai pihak menunjukkan bahwa penyandang tunanetra tidak berjalan sendiri. Dukungan moral yang diberikan, katanya, menjadi energi tambahan untuk terus beraktivitas dan berkarya sesuai kemampuan masing-masing.

“Semoga langkah baik ini bisa diikuti oleh yang lain, sehingga semakin banyak yang peduli dan membantu,” harapnya.

Melalui kegiatan ini, Ramadan kembali menghadirkan makna berbagi yang sederhana namun menyentuh. Di balik bingkisan yang diserahkan, tersimpan pesan tentang kepedulian, persaudaraan, dan harapan agar solidaritas sosial terus tumbuh di Kota Balikpapan.

Tinggalkan Komentar