Razia Gabungan di Lapas Banjarmasin, 55 Orang Jalani Tes Urine dan Hasilnya Negatif
Banjarmasin, Gerbangkaltim.com — Lapas Kelas IIA Banjarmasin bersama aparat penegak hukum (APH) menggelar razia gabungan sebagai upaya deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban serta pencegahan penyalahgunaan narkotika, Jumat (18/9/2026).
Razia melibatkan unsur TNI, Polri, dan BNN Kota Banjarmasin. Petugas melakukan pemeriksaan kamar hunian warga binaan beserta area di sekitarnya secara menyeluruh dengan mengedepankan ketertiban dan prosedur pengamanan.
Sebelum pemeriksaan dimulai, seluruh personel mengikuti pengarahan mengenai teknis pelaksanaan razia dan pembagian tugas. Warga binaan yang kamarnya diperiksa kemudian dikumpulkan di halaman blok selama proses penggeledahan berlangsung.
Kalapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah mengatakan, razia gabungan merupakan bagian dari langkah pencegahan untuk menjaga kondisi Lapas tetap aman dan kondusif.
“Razia ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk memastikan keamanan dan ketertiban tetap terjaga. Sinergi dengan APH sangat penting dalam memperkuat deteksi dini serta mencegah potensi gangguan kamtib dan penyalahgunaan narkotika,” ujar Akhmad Herriansyah.
Selain penggeledahan kamar hunian, petugas juga melakukan tes urine terhadap 50 warga binaan dan lima pegawai Lapas. Dari pemeriksaan tersebut, seluruh peserta dinyatakan negatif.
Menurut Akhmad Herriansyah, keamanan lingkungan Lapas tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas, tetapi juga membutuhkan keterlibatan warga binaan dalam menjaga ketertiban selama menjalani masa pembinaan.
“Kami mengajak seluruh warga binaan untuk bersama-sama menjaga kenyamanan dan ketertiban. Lingkungan yang aman dan kondusif akan mendukung proses pembinaan berjalan dengan baik, sehingga warga binaan dapat memanfaatkan masa pembinaan untuk mempersiapkan diri kembali ke masyarakat,” katanya.
Dukungan terhadap razia gabungan juga disampaikan Aipda Nanni Sugita, Bhabinkamtibmas Polsek Banjarmasin Barat. Ia menilai kerja sama antara kepolisian dan Lapas diperlukan untuk menjaga situasi keamanan di lingkungan pemasyarakatan.
“Kami dari Polsek Banjarmasin Barat mendukung kegiatan yang dilaksanakan Lapas Banjarmasin. Sinergi seperti ini penting untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban, sehingga situasi di lingkungan Lapas tetap aman dan kondusif,” ujar Nanni.
Sementara itu, Penyidik Pratama Seksi Pemberantasan BNN Kota Banjarmasin, Aipda Anwar Tri Prasetyo mengatakan, pemeriksaan urine menjadi salah satu langkah pencegahan untuk mengantisipasi penyalahgunaan dan peredaran narkotika di lingkungan Lapas.
“BNN mendukung kegiatan ini, terutama sebagai langkah untuk mengantisipasi peredaran narkotika yang ada di dalam Lapas. Termasuk pelaksanaan tes urine terhadap warga binaan maupun petugas, ini merupakan bagian dari upaya pencegahan,” kata Anwar.
Pelaksanaan razia turut dipantau Kepala Bidang Perawatan, Pengamanan, dan Kepatuhan Internal Kanwil Ditjenpas Kalimantan Selatan Isnawan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan sinergi antarinstansi dalam menjaga keamanan dan ketertiban Lapas sekaligus mendukung proses pembinaan warga binaan agar berlangsung dalam lingkungan yang aman dan kondusif.
BACA JUGA
