Selada Hidroponik Warga Binaan Lapas Banjarmasin Kantongi Sertifikat Prima 3, Diakui Aman dan Berkualitas
Banjarmasin, Gerbangkaltim.com – Program ketahanan pangan yang dikembangkan Lapas Kelas IIA Banjarmasin kembali mencatat capaian positif. Selada hidroponik hasil budidaya warga binaan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) resmi memperoleh Sertifikat Prima 3 dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan.
Sertifikat tersebut diserahkan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman, kepada perwakilan Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Obi Noverianda, yang menjabat sebagai Kepala Sub Seksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja, pada Jumat (13/6/2026).
Sertifikat Prima 3 merupakan pengakuan bahwa produk pangan segar hasil pertanian telah memenuhi standar budidaya yang baik, aman dikonsumsi, bebas dari cemaran, serta memenuhi persyaratan keamanan pangan yang ditetapkan pemerintah.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa program pembinaan kemandirian di Lapas Banjarmasin tidak hanya berorientasi pada keterampilan warga binaan, tetapi juga mampu menghasilkan produk pertanian yang memenuhi standar mutu dan keamanan pangan.
Obi Noverianda mengatakan, pencapaian tersebut menjadi dorongan bagi jajaran lapas untuk terus meningkatkan kualitas produk pertanian yang dihasilkan warga binaan.
“Penerimaan Sertifikat Prima 3 ini menjadi kebanggaan sekaligus penyemangat bagi kami untuk terus menjaga kualitas hasil pertanian yang dibudidayakan warga binaan. Sertifikasi ini membuktikan bahwa produk yang dihasilkan telah memenuhi standar keamanan pangan dan memiliki daya saing yang baik,” ujar Obi.
Dalam kesempatan yang sama, Syamsir Rahman mengapresiasi upaya Lapas Banjarmasin yang dinilai berhasil mengembangkan sektor pertanian hingga menghasilkan produk bersertifikat.
“Hari ini kami menyerahkan Sertifikat Prima 3 kepada Lapas Banjarmasin untuk produk selada hidroponik yang telah memenuhi persyaratan dan standar yang ditetapkan. Kami melihat potensi yang sangat baik karena tidak hanya mengembangkan komoditas sayuran, tetapi juga berbagai sektor lainnya, termasuk perikanan,” kata Syamsir.
Menurut dia, keterlibatan lembaga pemasyarakatan dalam sektor pertanian memberikan kontribusi nyata terhadap upaya memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Kami berharap kegiatan budidaya yang dilakukan dapat membantu mendukung swasembada pangan di Kalimantan Selatan. Terus semangat untuk mewujudkan swasembada pangan, dan semangat pula bagi lapas-lapas yang telah berkontribusi terhadap sektor pertanian di Indonesia, khususnya di Kalimantan Selatan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah menyampaikan, apresiasi kepada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan yang selama ini memberikan pendampingan dalam pengembangan sektor pertanian di lingkungan lapas.
Menurutnya, keberhasilan memperoleh Sertifikat Prima 3 merupakan hasil kerja sama seluruh jajaran dan warga binaan yang terlibat dalam program pembinaan kemandirian berbasis pertanian.
“Capaian ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh jajaran serta warga binaan yang terlibat dalam program pembinaan kemandirian. Kami berharap keberhasilan ini semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk hasil pembinaan Lapas Banjarmasin sekaligus menjadi motivasi untuk terus menghadirkan produk pertanian yang berkualitas, aman dikonsumsi, dan memiliki nilai tambah bagi masyarakat,” tutur Akhmad.
Perolehan Sertifikat Prima 3 tersebut semakin memperkuat komitmen Lapas Kelas IIA Banjarmasin dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Melalui pembinaan berbasis pertanian yang produktif dan berkelanjutan, lapas berupaya membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat, sekaligus menghasilkan produk pangan yang memenuhi standar mutu dan keamanan.
BACA JUGA
