1

Penyangga IKN, Balikpapan Akan Siapkan SDM Yang Andal

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Pemkot Balikpapan akan mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal dalam rangka menyambut pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kaltim. Upaya ini dilakukan agar SDM Balikpapan dapat bersaing dengan SDM dari luar untuk turut serta berperan dalam pembangunan IKN Nusantara.

Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Doortje Marpaung mengatakan, pemindahan Pusat Pemerintah ke IKN Nusantara, akan membuka peluang besar bagi masyarakat Kaltim khususnya kesempatan kerja. Terutama Kota Balikpapan sebagai daerah penyangganya. Bahkan, Gubernur Kaltim Isran Noor menyatakan, untuk pembangunan IKN membutuhkan sekitar 150 – 250 ribu tenaga kerja. Masyarakat Kaltim tentu menjadi prioritas.

“Tapi pertanyaan terbesarnya siapkah SDM kita,” ujar, Minggu (6/11/2022).

Doortje Marpaung menambahkan, daerah tidak bisa hanya menuntut warganya diberdayakan dalam pembangunan IKN namun bagaimana mempersiapkan tenaga kerja yang handal. Sehingga menjadi tugas Bersama semua pihak, termasuk Universitas Negeri dan Swasta dalam mencetak SDM yang siap. Termasuk siap bersaing dengan SDM dari luar daerah.

“Tidak bisa akita hanya menuntut atau mengklaim bahwa SDM Balikpapan harus diberdayakan tapi kita tidak mempersiapkan dengan senjata yang diperlukan,” ujarnya.

“Seluruh stakeholder mempersiapkan diri untuk kondisi kota kita yang mungkin akan semakin semarak, ke depan terlebih dengan pembangun IKN yang semakin menggeliat,” tambahnya.

Sebagai daerah industri, katanya, pada era-era sebelumnya Kota Balikpapan cukup kesulitan mencari tenaga skill. Sehingga perusahaan terpaksa harus mendatangkan tenaga kerja dari luar daerah.

“Saya kasih contoh jaman dulu pada saat Wali Kota Imdaad Hamid itu untuk mencari tenaga kerja yang bisa mengelas dibawah air itu sangat susah sehingga mendatangkan dari luar Balikpapan,” ungkapnya.
Karenanya lanjut dia, pada masa kepemimpinan Wali Kota Balikpapan Imdaad Hamid (alm) ketika itu berharap banyak perguruan tinggi membuka cabang di Balikpapan. Sehingga lulusan jenjang SMA tidak harus ke luar daerah untuk kuliah.

“Pada saat itu Wali Kota berpikir kita harus menyiapkan skill-skill, sehingga beliau tagline menjadi Kota Kejuruan. Jurusan-jurusan yang diperlukan, sehingga ada link and macth,” tutupnya.




Penyangga IKN, Balikpapan Harus Jaga Kerukunan Antar Umat Beragama

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Pemkot Balikpapan mendukung sepenuhnya kegiatan orientasi kerukunan umat beragama dalam menyongsong Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Kepala Kesbangpol Kota Balikpapan, Adwar Skenda Putra mengatakan, Pemerintah Kota Balikpapan menyambut baik dilaksanakannya orientasi kerukunan umat beragama dalam menyongsong IKN.

“Kegiatan ini selain sebagai forum silaturahmi lintas agama, juga sebagai sarana yang strategis dalam rangka memperkuat kerukunan antar umat beragama,” ujar, Sabtu (5/11/2022).

Dikatakannya, dialog dan komunikasi lintas agama ini merupakan sesuatu hal yang mutlak harus senantiasa dikembangkan, khususnya dalam upaya menyikapi perubahan zaman yang sangat cepat di era globalisasi seperti saat ini.

“Ini juga dalam rangka menyambut kehadiran IKN di Kaltim,” akunya.

Sebagai Kota Penyangga Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, katanya, maka sudah semestinya warga Kota Balikpapan menyadari perannya untuk memberikan contoh kepada daerah lainnya tentang kerukunan hidup antar umat beragama yang saling menghormati dan menghargai.

“Saya meminta dukungan dari para tokoh lintas agama untuk membantu menyuarakan pesan damai dalam hidup beragama terhadap masing-masing umatnya,” pintanya.

“Kegiatan yang melibatkan umat dari lintas agama saya harapkan dapat dilaksanakan semakin semarak di Kota Balikpapan,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud dalam setiap kesempatan mengatakan bahwa Kota Balikpapan memiliki penduduk yang heterogen sehingga komunikasi antar umat beragama di Kota Balikpapan sangat penting dalam rangka mewujudkan kerukunan antar umat beragama.

“Saya berharap bisa bersama-sama menjaga kerukunan di Kota Balikpapan, apalagi Balikpapan ke depan akan menjadi penyangga IKN,” ujarnya.

Menurut Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, persatuan dan kesatuan jauh lebih penting sebagai modal yang harus jaga, sehingga bisa Bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang besar.

“Untuk menjadi bangsa yang besar, maka persatuan dan kesatuan sangatlah penting untuk dijaga,” tutupnya.




Penyangga IKN, DPRD Tegaskan Balikpapan Harus Sudah Siap

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Balikpapan menggelar kegiatan Diseminasi dalam rangka Kesiapan Pengembangan Ekonomi Kota Balikpapan Menuju Beranda Calon IKN. Kegiatan ini sebagai upaya mempersiapkan Kota Balikpapan sebagai penyangga IKN Nusantara.

Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Sabaruddin Panrecalle mengatakan, Kota Balikpapan sebagai pintu masuk ke Provinsi Kaltim dan menjadi penyangga IKN Nusantara, sudah harus mempersiapkan diri, untuk itulah DPRD Balikpapan menggelar kegiatan Diseminasi dalam rangka Kesiapan Pengembangan Ekonomi Kota Balikpapan Menuju Beranda Calon IKN ini.

“Dari sekarang kita persiapkan, DPRD Balikpapan turut andil memberikan informasinya,” ujarnya, Rabu (12/10/2022).

“Terkait persiapan-persiapan itu kepada kawan-kawan semuanya yang ada di Kota Balikpapan, terutama para pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah),” tambahnya.

Sabaruddin menambahkan, puluhan ribu UMKM ada di Kota Balikpapan harus dapat memanfaatkan pulang ini, sehingga dengan demikian perekonomian Kota Balikpapan juga akan semakin baik.

“Tentunya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Balikpapan juga pasti akan meningkat, tidak terlepas dari para pelaku UMKM itu,” tegasnya.

Selain UMKM, industri perhotelan, transportasi privat dan lain sebagainya pun saat ini, sambungnya, sudah semakin menggeliat. Dan hal ini i menandakan keberadaan IKN Nusantara sudah semakin dekat.

“Karenanya, kita meminta kepada para pelaku UMKM yang ada di Kota Balikpapan, bergegas untuk berbenah diri. Ambil momen ini untuk kesejahteraan kita bersama-sama,” ungkapnya.

Para anggota dewan terbuka pada seluruh elemen masyarakat untuk dapat merumuskan regulasi-regulasi yang mengkhususkan aturan-aturan tertentu berkaitan hal tersebut berdasarkan kesepakatan bersama.

“Ini gagasan kita bersama, Pemkot dan juga DPRD Balikpapan, untuk memanfaatkan golden moment dan golden opportunity yang harus diambil,” paparnya.

“Semua elemen dan semua infrastruktur yang ada di Kota Balikpapan ini kita harus dimanfaatkan dengan baik,” tutupnya.




Penyangga IKN, Balikpapan – Polman MoU Bidang Pangan

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Pemkot Balikpapan melakukan penandatanganan MoU dengan Kabupaten Polewali Mandar terkait bidang pangan. Kerja sama ini dianggap penting lantaran merupakan wujud sinergi apik dari konsep segitiga emas perdagangan Mabalu (Mamuju, Balikpapan, Palu) dan sekitarnya.

Penandatanganan MoU ini dilakukan langsung Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud dengan Bupati Polewali Mandar Andi Ibrahim Masdar di Aula Balai Kota Balikpapan, Senin (30/5/20220).

“Kalimantan dan Sulawesi memiliki kondisi geografis, penghasilan pertanian dan situasi yang berbeda, sehingga saling membutuhkan untuk mendorong pembangunan ekonomi,” ujar Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud.

Rahmad menambahkan, kerjasama ini penting terutama dalam membangun peradaban Indonesia Timur dan mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara di Kalimantan. Megingat, hampir 95 persen kebutuhan pokok di Provinsi Kalimantan Timur juga didatangkan atau dipasok dari luar daerah seperti wilayah Sulawesi.

“Kerja sama ini, lanjutnya, diharapkan bukan menjadi wacana di atas kertas, namun bisa terealisasi langsung antara kedua daerah,” tegasnya.

Jika diperlukan, kerja sama ini bukan hanya dari aspek ekonomi saja, melainkan bisa melalui program sosial, lingkungan, serta sektor pariwisata.

Apalagi di dalam program Pemerintah Kota Balikpapan ada tiga program prioritas, di antaranya pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

Untuk itu, kerja sama ini dianggap penting, apalagi IKN di Kalimantan Timur akan meningkatkan jumlah penduduk yang berimbas pada permintaan kebutuhan pokok.

“Termasuk bidang ekonomi, sandang pangan yang harus disiapkan. Peluang kebutuhan warga lebih besar dengan adanya IKN,” paparnya.

Sementara itu, Bupati Polman Andi Ibrhim Masdar mengatakan, pihaknya siap menyiapkan kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan Kota Balikpapan, termasuk untuk suplai daging dan kebutuhan pokok.

“Kami di Polman banyak peternak sapi,kambing,ayam ada disana, karena kami surplus disana sehingga sangat membutuhkan penyaluran,” ujarnya.

Andi menambahkan, Polman pertahun itu bisa menghasilkan 100 ribu ton beras dan itupun masih surplus, padahal sudah dikirim ke Medan, Jakarta, Makassar, sehingga berapa saja permintaan dari Kota Balikpapan kita upayakan untuk memenuhinya.

“Sehingga hal ini untuk merubah nasih warga Polman agar lebih sejahtera lagi, kami juga akan turun kelapangan langsung di Balikpapan, sehingga kami tahu apa saja yang dibutuhkan warga Balikpapan,” tutupnya.




Penyangga IKN, Balikpapan Tingkatkan Manajemen dan Penataan Transportasi Yang Baik

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Kota Balikpapan yang terus tumbuh dan berkembang, tentunya memerlukan managemen dan penataan trasnportasi yang baik, terutama untuk menjalankan peran sebagai penyangga Ibu Kota Negara (IKN) dimasa mendatang.

Hal tersebut yang disampaikan Plt Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) Kota Balikpapan Arbain Side saat membuka kegiatan FGD di Ruang Meeting Hotel Golden Tulip, Selasa (7/12/2021).

Arbain mengatakan bahwa diketahui kedudukan Kota Balikpapan merupakan kota dengan letak strategis yakni keberadaan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Pelabuhan Semayang dan Pelabuhan Peti Kemas serta jalan tol.

“Balikpapan memiliki daya tarik untuk berinvestasi, yang ditandai dengan maraknya lalu lintas orang dan barang,” ungkapnya.

Lanjut Arbain menjelaskan, pengembangan transportasi darat dibutuhkan untuk mengatasi permasalahan transportasi yang ada saat ini dan juga mengantisipasi permasalahan yang mungkin terjadi di masa depan.

Dokumen Masterplan transportasi Kota Balikpapan menjadi acuan pengembangan transportasi, agar menjadi efisien ramah lingkungan serta mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat kota Balikpapan.

“Saya berharap melalui kegiatan ini masukan dari para peserta dalam penyelenggaraan (penyusunan) dapat mewujudkan visi Balikpapan sebagai Kota yang memiliki manajemen transportasi yang tertib, tertata dan modern,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Kota Balikpapan Rizky Farnovan menyampaikan, Masterplan transportasi Kota Balikpapan secara umum berisi uraian gambar umum kondisi Kota Balikpapan yang akan mempengaruhi rencana transportasi kedepan seperti kondisi geografis, kondisi demografi termasuk perkembangan sosial budaya.

Lanjutnya, Masterplan ini akan menjadi acuan pengembangan transportasi darat sehingga didapat suatu sistem transportasi yang efektif, efisien dan ramah lingkungan handal dan memegang peranan vital.

“Meningkatkan kualitas hidup bagi seluruh masyarakat di Kota Balikpapan pada masa sekarang maupun akan datang,” jelas Rizky.

Dia menyampaikan, keberadaan infrastruktur Balikpapan merupakan sarana penunjang kegiatan ekonomi di Kota Balikpapan serta rencana IKN yang menyebabkan semakin pesatnya pertumbuhan yang berdampak pada meningkatnya perjalanan orang maupun barang, polusi udara termasuk kemacetan lalu lintas.

Selain itu juga, berkurangnya ruang publik dan fasilitas bagi pejalan kaki serta minimnya ketersedian akses perkotaan bagi lansia, wanita, anak-anak dan disabilitas. Sehingga, perencanaan pengembangan transportasi darat menjadi prioritas utama dalam rangka pembangunan Kota Balikpapan secara keseluruhan.

Untuk mengantisipasi semua permasalahan maka disusun kerangka kebijakan pengembangan transportasi dalam bentuk sebuah Masterplan transportasi Kota Balikpapan yang sudah masuk tahap penyusunan akhir. Penyusunan disusun selama tujuh bulan.

“Kami berharap dengan adanya Masterplan transportasi ini dapat berguna dan bermanfaat semua pihak untuk mendukung pelaksanaan kegiatan strategis lainnya,” paparnya.
Masterplan Transportasi sejalan dengan Raperda tentang penyelenggaraan transportasi yang jangka perencanaannya mencakup jangka pendek, menengah dan panjang pada tahun 2021-2043.

Kegiatan FGD dengan narasumber dihadiri oleh perwakilan lembaga instansi pemerintah terkait dan Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan Kota Balikpapan Guru Besar Transportasi Jurusan Teknik Sipil dan Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada Prof Dr Ing Ir Ahmad Munawar bersama Timnya Erni Umi Hasanah dan Tri Andrianto.

 

 




Penyangga IKN, Balikpapan Bersiap Gunakan Energi Baru Terbarukan

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Kota Balikpapan saat ini tengah mempersiapkan diri untuk menggunakan  energi baru terbarukan alias EBT sebagai daerah calon penyangga Ibu Kota Negara (IKN). Sementara itu, upaya penggunaan EBT bakal dilakukan secara bertahap.

“Provinsi Kaltim dikenal sebagai daerah penghasil sumber daya mineral, namun sejalan dengan komitmen penggunaan EBT, maka kita harus mulai beralih,” ujar  Assisten 1 Sekdakot Balikpapan, Syaiful Bahri, Rabu (24/11/2021).
.
Menurut Syaiful, rencana pemindahan IKN ke Kaltim yang dilanjutkan dengan kegiatan pembangunan berskala nasional disebut memerlukan energi yang sangat besar. Di mana cita-cita pembangunan yang dimulai saat ini, mengutamakan penggunaan EBT, seperti solar cell, energi dari air sampai pemanfaatan angin.

“Nah, Kota Balikpapan pun saat ini juga tengah mengembangkan teknologi instalasi pengelolaan sampah dan energi terbarukan dari sampah. Yang diaplikasikan di permukiman warga di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Manggar, Balikpapan Timur,” paparnya.

Adapun pemanfaatan EBT, katanya, yakni  dari proses pengembangan sanitary landfill dan daur ulang air lindi di TPA Manggar.

Pemanfaatan itu menghasilkan sekira 15.000 sampai 20.000 KWh yang digunakan untuk penerangan TPA.
Selain itu, ada sekira 150 Kepala Keluarga (KK) yang sudah memanfaatkan gas metan dari proses pengolahan sampah, tercatat sejak awal tahun 2021.

“Arahan Presiden juga mengharapkan agar tidak ada lagi usulan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) baru,” tegasnya.

Dikatakannya,  yang perlu menjadi perhatian ialah dukungan sosialisasi dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat. Terutama perihal pelestarian sumber daya energi dalam negeri dan meningkatkan efisiensi pemanfaatannya.

Jika dukungan masyarakat tidak optimal, maka sangat sulit mencapai target dari kebijakan energi nasional yang dicanangkan. Tujuannya,  tentu saja agar pelayanan publik dapat berjalan lebih cepat dan optimal.

“Karena dengan demikian produktivitas masyarakat akan meningkat, daya saing juga akan semakin baik,” jelasnya.

Dengan begitu, penggunaan kendaraan, perangkat elektronik dan peralatan berteknologi tinggi yang memerlukan energi dalam berbagai pekerjaan dan aktivitas juga ke depannya akan semakin meningkat.




Penyangga IKN, Penataan Tata Ruang Balikpapan Tidak Terganggu

Balikpapan,Gerbangkaltim.com — Kota Balikpapan kedepannya akan sebagai daerah penyangga daerah Ibu Kota Negara (IKN) baru di PPU, sehingga Kota Balikpapan memiiki peranan penting sebagai pintu gerbang menuju IKN.

Kepala Bappeda Litbang Kota Balikpapan, Agus Budi Prasetyo mengatakan, untuk proses pemindahan IKN yang saat ini untuk regulasinya masih dibahas, Pemerintah Kota Balikpapan sangat menyambut baik namun untuk perlu diperhatikan juga daerah penyangga IKNnya.

“Kami sambut baik supaya nanti kalau regulasi ditetapkan ada langkah lanjutan untuk susun masterpaln, sehingga kami di Balikpapan bisa menyesuiakan IKN ini dengan masterplan Kota Balikpapan sebagai penyangga IKNnya,” ujar Agus Budi Prasetyo, pada acara webinar online, Rabu (10/11/2021).

Agus menambahkan, kalau IKN jadi dilaksanakan masa konstruksi yang paling sibuk tentu ada di Kota Balikpapan sebagai pintu gerbang Kaltim dan Kalimantan pada umumnya, mengingat di Balikpapan ada bandara dan pelabuhan internasional, ada tol Balikpapan Samarinda.

“Posisi Balikpapan pintu masuk IKN dan kalau sudah masuk masa konstruksi atau pemindahan, maka tida menutup kemukinan Balikpapan menjadi salah satu daerah yang didatangi warga dari luar,” kata Agus Budi.

Sebagai pintu gerbang IKN, Kota Balikpapan juga mempunyai keterbatasan ketika IKN masuk Kaltim berharap keterbatasan tetap jadi erhatian penting, salah satunya Balikpapan punya penataan ruang dimana 52 persen dari luas daerah ditetapkan sebagai kawasan lindung dan hanya 48 persen kawasan yang dapat dihuni masyarakat.

“Artinya jika IKN masuk komitmen tata ruang kami tidak terganggu, termasuk ada dua hutan lindung besar yakni hutan indung sungi wain dan hutan lindung DAS Manggar yang jadi sumber air bersih kota Balikpapan,” katanya.

Selain itu, Pemerintah Kota Balikpapan juga berharap agar selain melakukan proses pembangunan di IKN, daerah penyangga seperti Balikpapan juga ikut diperhatikan, mengingat Balikpapan butuh dukungan pembangunan infrastruktur.

“Kami tentu berharap agar juga ada pengembangn infrastruktur di Balikpapan seperti pembangunan jalan tol layang Mulawarman yang menghubungkan Gerbang Tol Balsam dengan Bandara Sepinggan, pembangunan fly over simpang Muara Rapak dan simpang beruang madu, penyelesaian jalan akses dan jembatan pulang baling, serta pengembangan institute teknologi Kalimantan,” tutur Agus.

Sementara itu, Asisten I Pemerintah Provinsi Kaltim, Muhammad Jauhar Effendi mengatakan, pemindahan IKN akan tetap dilakukan meski adanya pandemi meski ritmenya agak turun, pemindahan juga harus dibarengi dengan kemampuan daerah yang menjadi lokasi IKN.

“Posisi Kaltim yang berada di tengah-tengah sangat penting, agar bagaimana warga diseputaran IKN tidak termajinalkan, Kaltim itu juga memang tidak memiliki sumber air tanah hanya air hujan, tapi daerah daerah penyangga jangan sampai pasokan air baku jadi berkurang kualitasnya,” jelas Jauhar.

Sehingga keberadaan IKN memberikan dampak positif oleh warga, untuk itu program pengembangan kapasitas sumber daya manusia di seputaran IKN wajib ditingkatkan, serta kapasitas warga masyarakat dilibatkan agar ikut ambil bagian ketika pembangunan mulai berlangsung, jangan semua pekerja didatangkan luar dari Kaltim.

“Dengan melibatkan masyarakat disini tentunya bisa membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat disekitar IKN,” tukasnya.