Tiar Nabilla: AI Bisa Jadi Motor Inovasi UMKM dan Percepat Transformasi Ekonomi Hijau Menulis

Pemkot Balikpapan
Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabilla Karbala, jadi Nara Sumber dalam dialog interaktif bertajuk "Penguatan UMKM Hijau sebagai Pilar Investasi Masa Depan" yang digelar di Aula Kantor Pemerintah Kota Balikpapan, Sabtu (6/6/2026).

Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabilla Karbala, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sebagai sarana meningkatkan produktivitas, inovasi, dan daya saing usaha.

Hal tersebut disampaikannya dalam dialog interaktif bertajuk “Penguatan UMKM Hijau sebagai Pilar Investasi Masa Depan” yang digelar di Aula Kantor Pemerintah Kota Balikpapan, Sabtu (6/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Tiar menjelaskan bahwa AI bukan lagi teknologi yang jauh dari kehidupan masyarakat. Menurut dia, teknologi tersebut telah hadir dalam berbagai aktivitas sehari-hari, termasuk penggunaan ponsel pintar dan aplikasi navigasi.

“AI itu sebetulnya bukan sesuatu yang ilmu di langit sana yang jauh. AI sudah ada di kehidupan kita masing-masing. Saya yakin hampir semua orang menggunakan handphone, dan di dalamnya sudah ada teknologi AI,” ujar Tiar.

Ia mengatakan, sejak 2024 pihaknya telah mengunjungi sekitar 25 kota dan kabupaten di berbagai daerah Indonesia untuk berdialog langsung dengan pelaku UMKM. Kunjungan tersebut dilakukan guna menyerap berbagai aspirasi dan persoalan yang dihadapi masyarakat, yang kemudian dilaporkan kepada Presiden.

“Bentuk tugas kami adalah membuat laporan yang langsung ditujukan kepada Bapak Presiden. Fokusnya banyak memuat persoalan-persoalan yang terjadi di lapangan,” katanya.

Menurut Tiar, berbagai tantangan yang dihadapi UMKM saat ini membutuhkan pendekatan kolaboratif antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat. Karena itu, pihaknya aktif menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan teknologi untuk memperluas akses literasi digital dan pemanfaatan AI bagi pelaku usaha.

Salah satu bentuk kolaborasi tersebut dilakukan bersama perusahaan teknologi global untuk memberikan pelatihan dasar AI kepada ratusan pelaku UMKM di berbagai daerah.

“Kami kumpulkan UMKM, kemudian diberikan pendidikan dasar AI agar mereka bisa memanfaatkan teknologi ini untuk mengembangkan usaha,” ujarnya.

Tiar mengungkapkan, pemanfaatan AI telah melahirkan berbagai inovasi di kalangan pelaku UMKM. Ia mencontohkan seorang pedagang makanan di Sumatera yang memanfaatkan AI untuk mencari inspirasi menu baru bagi usahanya.

“Ada seorang ibu yang menyampaikan kepada kami bahwa setelah mengikuti pelatihan, dia menggunakan AI untuk mencari ide menu baru yang kemudian dijual di usahanya,” kata Tiar.

Selain itu, ia juga menemukan pelaku usaha makanan ringan yang melakukan inovasi produk setelah memanfaatkan AI sebagai alat riset dan pengembangan usaha.
Menurut Tiar, kemampuan AI dalam membantu proses pencarian ide, pemasaran, hingga pembuatan konten promosi dapat menjadi peluang besar bagi UMKM untuk meningkatkan efisiensi usaha.

Ia menilai transformasi digital juga memiliki keterkaitan erat dengan upaya mewujudkan ekonomi hijau. Pemanfaatan teknologi dinilai dapat mengurangi penggunaan bahan cetak seperti brosur, spanduk, dan media promosi konvensional yang berpotensi menghasilkan limbah.

“Kalau kita berbicara ekonomi hijau atau transformasi hijau, sebetulnya sangat erat kaitannya dengan transformasi digital. Dengan teknologi, kebutuhan penggunaan kertas dan bahan promosi fisik bisa berkurang,” ujarnya.

Tiar menambahkan, perubahan pola layanan digital yang kini diterapkan di berbagai sektor, seperti penggunaan dokumen elektronik dan pengiriman bukti transaksi melalui surat elektronik, menjadi contoh nyata bagaimana digitalisasi dapat mendukung efisiensi sekaligus keberlanjutan lingkungan.

Karena itu, ia berharap semakin banyak pelaku UMKM yang terbuka terhadap pemanfaatan teknologi digital dan AI sebagai bagian dari strategi pengembangan usaha di masa depan.

“Teknologi harus menjadi alat yang memudahkan masyarakat. Kalau dimanfaatkan dengan baik, AI bisa menjadi pendorong kreativitas, inovasi, dan pertumbuhan UMKM di Indonesia,” kata Tiar. (HP/Adv Kominfo Balikpapan).

Tinggalkan Komentar