TNI-Polri Tanam Jagung Serentak, Dukung Swasembada Pangan

Swasembada Pangan
Danbrigif TP 85/BTC Kolonel Inf Alzaki bersama Forkopimda, TNI, Polri, dan kelompok tani melakukan penanaman jagung serentak di lahan BIFA Kabupaten Kutai Barat guna mendukung program swasembada pangan nasional.

 

Gerbangkaltim.com, Kutai Barat – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak. Salah satu langkah nyata ditunjukkan melalui kegiatan penanaman jagung serentak Kuartal II Tahun 2026 yang digelar di lahan BIFA Brigif TP 85/BTC PT Borneo, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, Sabtu (6/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Komandan Brigade Infanteri TP 85/BTC, Kolonel Inf Alzaki, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran kepolisian, pemerintah daerah, serta kelompok tani yang terlibat dalam program pengembangan sektor pertanian.

Penanaman jagung serentak ini menjadi bagian dari strategi mendukung program swasembada pangan yang tengah didorong pemerintah. Melalui pemanfaatan lahan potensial yang sebelumnya belum optimal, berbagai pihak berupaya meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketersediaan pangan nasional.

Dalam kegiatan tersebut, lahan yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal mulai dikembangkan menjadi kawasan pertanian produktif. Jagung dipilih sebagai salah satu komoditas strategis karena memiliki peran penting dalam mendukung kebutuhan pangan dan sektor peternakan nasional.

Komandan Brigif TP 85/BTC Kolonel Inf Alzaki menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan bagian penting dari ketahanan nasional. Menurutnya, ketersediaan pangan yang terjaga akan memberikan kontribusi besar terhadap stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“TNI Angkatan Darat siap mengawal dan mendukung penuh program swasembada pangan nasional. Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat menjadi faktor utama dalam mewujudkan kemandirian pangan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan program pertanian tidak hanya bergantung pada luas lahan yang ditanami, tetapi juga pada kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam mengelola sumber daya yang tersedia secara efektif.

Kegiatan penanaman jagung serentak ini juga menjadi momentum memperkuat kerja sama antara aparat keamanan dan masyarakat dalam mendukung pembangunan sektor pertanian. Kehadiran TNI di tengah aktivitas pertanian diharapkan mampu memberikan semangat serta motivasi kepada petani untuk terus meningkatkan produktivitas.

Selain mendukung target produksi pangan nasional, program ini diharapkan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan meningkatnya hasil panen, petani berpeluang memperoleh pendapatan yang lebih baik sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka.

Kutai Barat sendiri memiliki potensi lahan yang cukup luas untuk pengembangan sektor pertanian. Pemanfaatan lahan produktif secara berkelanjutan menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung ketahanan pangan daerah sekaligus memperkuat kontribusi Kalimantan Timur terhadap kebutuhan pangan nasional.

Melalui program penanaman jagung serentak Kuartal II Tahun 2026 ini, pemerintah bersama TNI, Polri, dan masyarakat berharap tercipta sistem pertanian yang lebih kuat, produktif, dan berkelanjutan. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama mewujudkan Indonesia yang mandiri dalam sektor pangan di masa mendatang.

Tinggalkan Komentar