Tujuh Jemaah Haji Embarkasi Balikpapan Dirawat di Madinah, Mayoritas Alami Hipertensi dan Diabetes

Calhaj
Calhaj asal Embarkasi Haji Balikpapan saat akan berangkat ke tanah suci (ist)

Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Sedikitnya tujuh jemaah haji asal Embarkasi Balikpapan, Kalimantan Timur, dilaporkan menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Madinah, Arab Saudi, saat pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Sebagian besar jemaah yang sakit diketahui memiliki riwayat penyakit bawaan dan terdampak cuaca panas ekstrem di Tanah Suci.

Humas Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Balikpapan, Saputranur, mengatakan pihaknya masih menunggu pembaruan kondisi para jemaah yang sedang dirawat tersebut.

“Data terakhir yang kami terima per 9 Mei 2026 terdapat tujuh jemaah yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Madinah. Untuk perkembangan terbaru, kami masih menunggu informasi lanjutan apakah sudah ada yang sembuh atau masih dirawat,” kata Saputranur, Selasa (12/5/2026).

Selain tujuh jemaah yang sakit, satu jemaah laki-laki asal Samarinda yang tergabung dalam Kloter 01, Endar Jaya Purwadi (62), dilaporkan meninggal dunia di Madinah pada 30 April 2026. Almarhum diketahui memiliki riwayat penyakit risiko tinggi dan diduga mengalami kelelahan saat menjalankan ibadah.

Menurut Saputranur, hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan mayoritas jemaah mengalami penyakit hipertensi, gangguan jantung, diabetes melitus, hingga kanker.

“Berdasarkan data kesehatan, hipertensi menjadi penyakit terbanyak dengan tujuh kasus, disusul penyakit jantung lima orang, diabetes melitus empat orang, dan kanker dua orang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kondisi cuaca di Arab Saudi yang mencapai 45 derajat celsius pada siang hari menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kesehatan jemaah, terutama lanjut usia dan mereka yang memiliki penyakit bawaan.

“Kami mengimbau jemaah untuk mengurangi aktivitas berlebihan pada siang hari, memperbanyak konsumsi cairan, dan menggunakan pelindung diri seperti payung atau penutup kepala untuk menghindari paparan panas langsung,” katanya.

Hingga saat ini, Embarkasi Balikpapan telah memberangkatkan 11 kelompok terbang (kloter) dari total 17 kloter yang dijadwalkan berangkat tahun ini. Pada Selasa sore, Embarkasi Balikpapan dijadwalkan menerima kedatangan Kloter 12.

Total jemaah haji yang tergabung dalam Embarkasi Balikpapan mencapai 5.859 orang, termasuk petugas haji. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.587 jemaah telah diberangkatkan melalui Kloter 1 hingga 10, sementara 2.272 jemaah lainnya masih menunggu jadwal keberangkatan.

Jemaah yang diberangkatkan melalui Embarkasi Balikpapan berasal dari Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Utara.
Sementara itu, PPIH juga mencatat sebanyak 15 jemaah dari Kloter 1 hingga 10 mengalami penundaan keberangkatan karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan untuk terbang.

“Penundaan dilakukan berdasarkan rekomendasi tim kesehatan embarkasi karena jemaah dalam kondisi sakit,” ujar Saputranur.

Selain itu, terdapat tujuh calon jemaah yang batal berangkat, terdiri dari dua perempuan hamil dan lima orang karena alasan kesehatan.
Data PPIH menunjukkan jumlah jemaah lanjut usia pada Kloter 1 hingga 10 mencapai 693 orang. Rinciannya, 321 laki-laki dan 295 perempuan.

Adapun jemaah dengan kategori risiko tinggi (risti) pada Kloter 1 hingga 9 tercatat sebanyak 2.177 orang, terdiri dari 918 laki-laki dan 1.259 perempuan.

PPIH Embarkasi Balikpapan juga mencatat jemaah tertua tahun ini adalah Nurdin Beddu (95), asal Kota Palu, Sulawesi Tengah. Sementara jemaah termuda bernama Nurhaeni Arif Rahing (13), berasal dari Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.

Tinggalkan Komentar