2.500 Bibit Lele Ditebar di SAE 2 Lapas Banjarmasin, Warga Binaan Belajar Budidaya hingga Panen

Lapas Banjarmasin
Sebanyak 2.500 bibit ikan lele ditebar di kolam budidaya perikanan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) 2 Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin, Senin (21/9/2026).

Banjarmasin, Gerbangkaltim.com – Sebanyak 2.500 bibit ikan lele ditebar di kolam budidaya perikanan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) 2 Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin, Senin (21/9/2026).

Penebaran bibit tersebut menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian yang melibatkan warga binaan dalam kegiatan produktif. Mereka tidak hanya dilibatkan saat penebaran, tetapi juga akan mengikuti proses pemeliharaan hingga masa panen.

Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah mengatakan, budidaya ikan lele dikembangkan sebagai sarana bagi warga binaan untuk memperoleh keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah menyelesaikan masa pidana.

“Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan kegiatan pembinaan kemandirian yang produktif dan sesuai dengan kebutuhan. Melalui budidaya perikanan, warga binaan mendapatkan kesempatan untuk belajar keterampilan yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat,” kata Akhmad Herriansyah.

Dalam kegiatan tersebut, Akhmad didampingi Petugas Giatja Riyan Ramadhan bersama warga binaan melakukan penebaran 2.500 bibit lele ke kolam yang sebelumnya telah disiapkan.
Setelah bibit ditebar, warga binaan akan mendapatkan pendampingan dalam sejumlah tahapan budidaya.

Kegiatan tersebut meliputi perawatan kolam, pemberian pakan, hingga pemantauan kondisi dan pertumbuhan ikan.

Petugas Giatja, Riyan Ramadhan mengatakan, pendampingan diberikan secara langsung agar warga binaan memahami teknik dasar pemeliharaan ikan lele.

“Pendampingan dilakukan dengan mengarahkan warga binaan pada setiap tahapan, mulai dari penebaran bibit, pemberian pakan, sampai pemantauan kondisi kolam dan pertumbuhan ikan. Kami juga memastikan kegiatan berjalan secara teratur agar proses budidaya dapat terpelihara dengan baik,” ujarnya.

Menurut Riyan, keterlibatan warga binaan dalam budidaya perikanan juga menjadi bagian dari pembiasaan bekerja secara teratur dan bertanggung jawab selama menjalani masa pembinaan.
Bagi warga binaan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengalaman baru. Salah seorang warga binaan berinisial A mengaku senang dapat terlibat dalam pengelolaan kolam lele di SAE 2.

“Saya senang bisa ikut kegiatan ini. Selain mendapatkan pengalaman baru, kegiatan seperti ini juga membuat waktu saya terisi dengan aktivitas yang bermanfaat,” katanya.

Lapas Banjarmasin menargetkan kegiatan budidaya tersebut dapat dikelola secara berkelanjutan. Selain menjadi aktivitas pembinaan, pengelolaan perikanan di SAE 2 diharapkan mampu memberikan pengalaman praktis kepada warga binaan mengenai proses produksi, perawatan, hingga hasil panen.

Program itu menjadi salah satu bentuk pembinaan yang diarahkan untuk mempersiapkan warga binaan memiliki keterampilan sebelum kembali ke tengah masyarakat.

Tinggalkan Komentar