Antrean Pertalite Mengular, Dishub Balikpapan Atur Jam Pelayanan Hindari Jam Sibuk

Pemkot Balikpapan
Kepala Dishub Kota Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman.

Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Antrean kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Balikpapan semakin panjang. Bahkan, antrean kendaraan di beberapa lokasi dilaporkan meluber hingga ke badan jalan dan berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas.

Kondisi tersebut membuat Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan menyiapkan pola pengaturan baru, salah satunya dengan membatasi atau mengatur waktu pelayanan BBM bersubsidi agar tidak beririsan dengan jam sibuk masyarakat.

Kepala Dishub Kota Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman mengatakan, pengaturan waktu pelayanan menjadi salah satu opsi yang tengah disiapkan untuk menekan dampak antrean terhadap arus lalu lintas.

“Kita akan mengatur jam nanti, jam-jam pelayanan untuk BBM yang bersubsidi sehingga tidak mengganggu aktivitas kepadatan lalu lintas,” kata Fadli, Jum’at (21/8/2026).

Menurut Fadli, jam sibuk pada pagi hari menjadi salah satu waktu yang perlu dihindari. Pada periode tersebut, volume kendaraan meningkat karena aktivitas warga menuju tempat kerja serta orang tua mengantar anak ke sekolah.

“Di mana biasanya pagi hari anak-anak bersekolah dan juga ada aktivitas awal ke kantor, itu kita akan hindari nanti,” ujarnya.

Dishub mempertimbangkan pelayanan BBM bersubsidi pada dua rentang waktu, yakni pukul 09.00–12.00 Wita dan kembali pada pukul 20.00–23.00 Wita.

Kebijakan tersebut diharapkan dapat memisahkan antrean pengisian Pertalite dari periode lalu lintas padat, sehingga kendaraan yang mengantre tidak semakin mempersempit ruang gerak pengguna jalan.

“Mungkin itu salah satu strategi kita dalam rangka untuk mengurai kemacetan yang kita lihat sampai hari ini sudah semakin panjang,” tutur Fadli.

Peralihan dari Pertamax
Fadli menjelaskan, peningkatan antrean Pertalite juga berkaitan dengan perubahan pola konsumsi masyarakat. Sebagian pengguna kendaraan yang sebelumnya mengisi BBM nonsubsidi jenis Pertamax kini beralih menggunakan BBM bersubsidi.

“Karena banyak masyarakat Kota Balikpapan yang sebelumnya menggunakan Pertamax beralih ke Pertalite, seperti itu,” katanya.

Perubahan tersebut membuat permintaan terhadap Pertalite meningkat. Di sisi lain, panjang antrean kendaraan di SPBU menjadi persoalan yang harus ditangani tidak hanya dari sisi ketersediaan BBM, tetapi juga dari aspek kelancaran lalu lintas.

Karena itu, Pemkot Balikpapan sebelumnya telah melakukan pembahasan bersama BPH Migas dan PT Pertamina Patra Niaga. Salah satu yang didorong adalah penambahan kuota BBM bersubsidi untuk mengurangi kepadatan antrean di SPBU.

Fadli mengatakan, pembahasan mengenai penambahan kuota tersebut akan kembali ditindaklanjuti, terutama untuk kebutuhan BBM bersubsidi bagi kendaraan roda dua.

“Mungkin dalam waktu dekat, kita akan rapat tindak lanjut terkait masalah penambahan-penambahan kuota untuk BBM yang bersubsidi tersebut, khususnya untuk roda dua nanti,” ujarnya.

Siapkan SPBU Tambahan
Selain mengatur waktu pelayanan, Dishub juga menyiapkan sejumlah titik SPBU yang berpotensi dimanfaatkan untuk menambah pilihan lokasi pengisian BBM bersubsidi.
Beberapa di antaranya berada di Jalan MT Haryono, tepatnya di kawasan depan Majesti, serta SPBU di kawasan Grand City.

Menurut Fadli, sejumlah SPBU tersebut merupakan milik pengusaha lokal sehingga diperlukan kerja sama agar dapat mendukung upaya pemerintah mengurai antrean.

“Kita akan kerjasamakan tersebut, sehingga mungkin untuk di area-area tersebut kita akan kondisikan nanti,” jelasnya.

Dishub berharap kombinasi pengaturan jam pelayanan, penambahan kuota, dan optimalisasi titik SPBU dapat menjadi solusi untuk mengurangi antrean Pertalite. Langkah tersebut sekaligus ditujukan agar persoalan antrean BBM tidak berkembang menjadi gangguan terhadap kelancaran lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama Balikpapan. (HP/Adv Kominfo Balikpapan).

Tinggalkan Komentar