AP3K Kaltim Dukung Silatnas PPPK Paruh Waktu di Istana Negara, Minta Pemerintah Beri Kepastian

Samarinda 9
Asosiasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (AP3K) Kalimantan Timur menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan Silaturahmi Nasional (Silatnas) PPPK Paruh Waktu yang akan digelar di Istana Negara, Jakarta, pada 7 September 2026 mendatang

Samarinda, Gerbangkaltim.com — Asosiasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (AP3K) Kalimantan Timur menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan Silaturahmi Nasional (Silatnas) PPPK Paruh Waktu yang akan digelar di Istana Negara, Jakarta, pada 7 September 2026 mendatang.

Ketua AP3K Kaltim Fadhil Anwar mengatakan, Silatnas menjadi momentum penting bagi PPPK dari berbagai daerah untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pemerintah pusat.

“Silatnas ini menjadi ruang penting bagi PPPK dari berbagai daerah untuk menyampaikan aspirasi secara langsung dan terorganisasi kepada Pemerintah Pusat,” kata Fadhil dalam keterangan tertulisnya kepada media, Rabu (2/9/2026).

Menurut Fadhil, persoalan PPPK Paruh Waktu tidak hanya berkaitan dengan status kepegawaian. Ada sejumlah persoalan lain yang perlu mendapat perhatian, mulai dari kepastian karier, kesejahteraan, penghasilan, hingga perlindungan dalam menjalankan tugas pelayanan publik.

“Kami melihat persoalan PPPK Paruh Waktu bukan hanya menyangkut status kepegawaian, tetapi juga kepastian karier, kesejahteraan, penghasilan, serta perlindungan dalam menjalankan tugas pelayanan publik. Karena itu, aspirasi yang disampaikan harus menjadi perhatian serius Pemerintah,” ujarnya.

AP3K Kaltim, lanjut dia, juga mendukung perjuangan PPPK Paruh Waktu dari berbagai latar profesi, termasuk tenaga teknis, tenaga kesehatan, dan guru.

Fadhil menilai para PPPK tersebut selama ini tetap menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, negara dinilai perlu memberikan kepastian dan perlakuan yang adil sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Mereka selama ini tetap menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. Sudah sepatutnya negara memberikan kepastian dan perlakuan yang adil sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” katanya.

Minta Aspirasi Disampaikan Damai

Fadhil juga mengingatkan para PPPK yang akan datang langsung ke Jakarta agar menyampaikan aspirasi secara tertib, damai, dan bermartabat.
Menurut dia, perjuangan untuk mendapatkan kepastian dan kesejahteraan tidak boleh justru menimbulkan persoalan baru.

“Kami berharap Pemerintah membuka ruang dialog dan menghasilkan solusi yang konkret,” kata Fadhil.

Ia menegaskan AP3K Kaltim siap mengawal aspirasi PPPK sekaligus membangun komunikasi dengan pemerintah, baik di tingkat daerah maupun pusat.

“Harapan kami, Silatnas ini bukan sekadar menyampaikan tuntutan, tetapi menjadi momentum lahirnya kebijakan yang memberikan kepastian dan kesejahteraan bagi PPPK Paruh Waktu,” ujarnya.

Ingatkan Waspadai Provokasi
Sementara itu, Penasehat AP3K Kaltim Jauhar Efendi menekankan pentingnya komunikasi dan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Menurut Jauhar, komunikasi yang baik diperlukan agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam memperjuangkan aspirasi PPPK.

Ia juga mengingatkan peserta Silatnas agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak berkepentingan dengan perjuangan PPPK.

“Jaga niat awal untuk berjuang. Jangan sampai terprovokasi oleh pihak-pihak lain sebagai penumpang gelap dan merusak fasilitas publik dalam menyampaikan aspirasi,” kata Jauhar.

Jauhar berharap seluruh peserta tetap menjaga ketertiban selama menyampaikan aspirasi di Jakarta. Ia menilai perjuangan PPPK harus dilakukan secara konstruktif sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima pemerintah dan masyarakat secara baik.

Tinggalkan Komentar