Dirsamapta Polda Kaltim Ingatkan Polisi PPU Jauhi Judol
PENAJAM PASER UTARA, Gerbangkaltim.com — Judi online, narkoba, dan pelanggaran moral menjadi perhatian utama dalam kunjungan kerja Direktur Samapta Polda Kalimantan Timur ke Polres Penajam Paser Utara (PPU). Pesan tegas disampaikan agar setiap personel mampu menjaga integritas, profesionalitas, sekaligus kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.
Direktur Samapta Polda Kaltim Kombes Pol Eka Mulyana, S.I.K., M.H., melakukan kunjungan kerja ke Polres PPU, Rabu (19/8/2026). Kegiatan berlangsung di Ruang Serbaguna Polres PPU dan diikuti jajaran pejabat serta personel Sat Samapta.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari pembinaan internal sekaligus penguatan disiplin personel dalam menjalankan tugas kepolisian. Dalam arahannya, Eka Mulyana menekankan pentingnya menjaga perilaku, moral, etika, dan tanggung jawab, bukan hanya ketika mengenakan seragam, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu pesan yang paling ditekankan adalah “No Judol, No Narkoba, No Asusila.” Tiga hal tersebut dinilai dapat menjadi sumber persoalan serius apabila dilakukan anggota Polri karena tidak hanya berdampak pada pribadi dan keluarga, tetapi juga berpotensi merusak citra institusi.
“No Judol, No Narkoba, No Asusila. Jaga diri, jaga keluarga, jaga institusi Polri,” tegas Kombes Pol Eka Mulyana.
Personel Diingatkan Tidak Terjerat Judi Online
Dalam arahannya, personel diminta menjauhi seluruh bentuk perjudian online. Larangan tersebut tidak hanya berlaku bagi anggota yang bermain, tetapi juga mencakup keterlibatan dalam memberikan fasilitas, membantu aktivitas perjudian, maupun mempromosikannya.
Personel juga diingatkan untuk mengelola penghasilan secara bijak dan tidak mudah tergoda dengan tawaran keuntungan cepat melalui aktivitas perjudian.
Menurut Eka, menjaga kondisi keuangan dan lingkungan pergaulan menjadi bagian dari upaya mempertahankan disiplin pribadi. Kebiasaan yang awalnya dianggap sepele dapat berkembang menjadi persoalan yang lebih besar dan berpengaruh terhadap kehidupan keluarga maupun pekerjaan.
Selain judi online, penyalahgunaan narkotika menjadi perhatian serius. Seluruh personel ditegaskan untuk tidak menggunakan, memiliki, menyimpan, mengedarkan, maupun terlibat dalam jaringan narkotika dalam bentuk apa pun.
Pengawasan terhadap diri sendiri dan lingkungan pergaulan juga dinilai penting. Personel Polri dituntut mampu mengenali lingkungan yang berpotensi membawa pengaruh negatif serta mengambil sikap tegas untuk menjauhinya.
Etika dan Moral Jadi Bagian dari Profesionalisme
Pembinaan tidak berhenti pada larangan terkait judi online dan narkoba. Direktur Samapta Polda Kaltim juga mengingatkan personel agar menjaga moral dan etika.
Perbuatan asusila, perselingkuhan, penyalahgunaan media sosial, serta berbagai perilaku lain yang dapat mencoreng nama baik pribadi, keluarga, maupun institusi harus dihindari.
Bagi anggota Polri, profesionalitas tidak hanya diukur dari kemampuan melaksanakan tugas di lapangan. Sikap, integritas, kedisiplinan, serta kemampuan menjaga perilaku juga menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik.
Karena itu, personel Samapta diminta mampu menjadi contoh bagi masyarakat. Fungsi perlindungan, pengayoman, dan pelayanan harus dijalankan secara profesional, humanis, bertanggung jawab, dan tetap berpedoman pada aturan.
Dalam kunjungan tersebut, Kombes Pol Eka Mulyana juga mendorong personel Sat Samapta Polres PPU menjadikan setiap pelaksanaan tugas sebagai kesempatan untuk memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat dan organisasi.
Kehadiran personel di tengah masyarakat membawa nama institusi. Setiap tindakan, baik maupun buruk, dapat memengaruhi persepsi publik terhadap Polri. Karena itu, menjaga integritas individu menjadi bagian dari upaya menjaga marwah institusi secara keseluruhan.
Kegiatan di Polres PPU turut dihadiri Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara, S.I.K., M.M., M.Tr.SOU., Kasubdit Gasum Ditsamapta Polda Kaltim AKBP Winarto, S.H., Wakapolres PPU Kompol Roganda, S.H., Kasi Pasdal Dalmas Kompol Costa Sabam Martua Siahaan, S.H., Kasat Samapta Polres PPU AKP Wiji Santosa, serta jajaran personel Sat Samapta.
Melalui kunjungan kerja tersebut, jajaran Samapta Polda Kaltim dan Polres PPU memperkuat komitmen untuk membangun personel yang tidak hanya tangguh dalam menjalankan tugas, tetapi juga memiliki integritas dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan “No Judol, No Narkoba, No Asusila” menjadi pengingat bahwa menjaga institusi dimulai dari kemampuan setiap anggota menjaga dirinya sendiri, keluarganya, serta pilihan perilakunya.
Sumber: Humas Polda Kalimantan Timur
BACA JUGA
