Eni Finalkan Investasi Proyek Gas Raksasa di Kalimantan Timur, Produksi Ditargetkan Mulai 2028
Jakarta, Gerbangkaltim.com — Perusahaan energi asal Italia, Eni, resmi mengambil keputusan investasi akhir (Final Investment Decision/FID) untuk dua proyek gas laut dalam di lepas pantai Kalimantan Timur. Kedua proyek tersebut mencakup pengembangan Gendalo–Gandang (South Hub) dan Geng North–Gehem (North Hub).
Keputusan ini diambil sekitar 18 bulan setelah persetujuan rencana pengembangan (Plan of Development/POD) pada 2024, menandai percepatan signifikan dalam pengembangan proyek gas laut dalam di Indonesia.
Proyek tersebut akan memanfaatkan teknologi produksi laut dalam serta infrastruktur yang telah tersedia, termasuk fasilitas Jangkrik dan optimalisasi kilang LNG di Bontang. Dengan strategi ini, perusahaan menargetkan efisiensi biaya sekaligus percepatan waktu produksi komersial.
Pengembangan di South Hub akan dilakukan pada kedalaman 1.000 hingga 1.800 meter dengan pengeboran tujuh sumur produksi. Sementara itu, North Hub mencakup 16 sumur produksi pada kedalaman hingga 2.000 meter yang akan dihubungkan ke fasilitas produksi terapung (FPSO) baru.
Secara keseluruhan, kedua proyek ini diperkirakan memiliki potensi sumber daya sekitar 10 triliun kaki kubik gas dan 550 juta barel kondensat. Produksi ditargetkan mulai pada 2028 dan mencapai puncaknya pada 2029, dengan kapasitas sekitar 2 miliar kaki kubik gas per hari.
Gas yang dihasilkan akan dialirkan melalui pipa ke darat untuk memenuhi kebutuhan domestik serta mendukung produksi LNG di Bontang.
Adapun kondensat akan diproses di fasilitas lepas pantai sebelum didistribusikan menggunakan kapal tanker.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyambut baik keputusan investasi tersebut. Ia menilai FID ini mencerminkan kepercayaan investor global terhadap sektor hulu migas Indonesia.
“Keputusan investasi ini menjadi langkah penting dalam mendukung peningkatan produksi gas nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia,” ujar Djoko dalam keterangannya, Rabu (18/3/2026).
Ia menambahkan, pemerintah bersama SKK Migas akan terus mendorong percepatan proyek strategis agar memberikan manfaat maksimal bagi perekonomian nasional.
“Dengan nilai investasi lebih dari 15 miliar dollar AS, proyek ini juga berpotensi menyerap ribuan tenaga kerja,” katanya.
Lebih lanjut, proyek ini direncanakan menjadi bagian dari kerja sama strategis antara Eni dan Petronas. Kedua perusahaan akan menggabungkan asetnya dalam entitas baru (NewCo) yang ditargetkan mampu memproduksi lebih dari 500.000 barel setara minyak per hari pada 2029.
Eni sendiri telah beroperasi di Indonesia sejak 2001 dan menjadi salah satu produsen gas utama di kawasan Cekungan Kutai, Selat Makassar, yang kini berkembang sebagai pusat produksi gas strategis nasional.
BACA JUGA
