Gubernur Kaltim Tak Hadir, BEM KM Unmul Tetap Gelar Debat Terbuka di Teras Samarinda
Gerbangkaltim.com, Samarinda – Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Mulawarman (BEM KM Unmul) tetap menggelar debat terbuka di Teras Samarinda, depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Rabu (6/5/2026), meski Rudy Mas’ud tidak hadir dalam agenda yang sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 15.00 WITA itu dihadiri sejumlah mahasiswa dan aktivis kampus sebagai bentuk penyampaian aspirasi terhadap berbagai kebijakan pemerintah daerah yang dinilai perlu mendapat perhatian publik.
Presiden BEM KM Unmul, Hiththan Hersya Putra, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari tantangan debat terbuka yang telah disampaikan kepada Gubernur Kalimantan Timur sejak Februari 2026 lalu.
Menurutnya, hingga hari pelaksanaan kegiatan, tidak ada kepastian resmi terkait kesediaan gubernur untuk hadir dan berdiskusi secara langsung dengan mahasiswa.
“Sejak surat tantangan terbuka kami sampaikan hingga proses administrasi dilakukan, tidak pernah ada kejelasan. Padahal sebelumnya sempat ada pernyataan kesiapan untuk berdialog,” ujarnya.
Dalam kegiatan itu, BEM KM Unmul turut menghadirkan Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM) 2025, Tiyo Ardianto, sebagai pembicara tamu. Kehadiran tokoh mahasiswa nasional tersebut disebut untuk membahas keterkaitan kebijakan pusat dan daerah, termasuk isu sosial serta ekonomi yang berkembang di Kalimantan Timur.
Mahasiswa juga menyoroti sejumlah kebijakan pemerintah yang dianggap belum sepenuhnya berpihak kepada masyarakat. Kritik diarahkan pada pengadaan fasilitas pejabat dan penggunaan anggaran daerah yang dinilai kontras dengan kondisi ekonomi sebagian warga.
Selain menyampaikan aspirasi melalui forum diskusi, mahasiswa melakukan aksi simbolik berupa tabur bunga di atas foto Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur sebagai bentuk ekspresi kekecewaan terhadap ketidakhadiran pemerintah daerah dalam forum terbuka tersebut.
Hiththan menegaskan bahwa gerakan mahasiswa akan terus berlanjut apabila pemerintah daerah dinilai belum melakukan perbaikan kebijakan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Kami akan terus menyuarakan aspirasi masyarakat. Selama prioritas kebijakan belum berpihak kepada rakyat, aksi lanjutan akan tetap dilakukan,” katanya.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur, Muhammad Faisal, membantah keterlibatan resmi Pemprov dalam agenda debat yang viral di media sosial tersebut.
Menurut Faisal, flyer undangan debat yang beredar tidak pernah dikonfirmasi kepada pemerintah daerah maupun gubernur. Ia juga menyebut Rudy Mas’ud belum menerima undangan resmi dan tidak pernah menyatakan kesediaan hadir seperti yang tercantum dalam poster kegiatan.
“Flyer itu tidak berasal dari pemerintah dan tidak pernah dikonfirmasi kepada kami. Pak Gubernur juga belum menerima undangan resmi terkait agenda tersebut,” jelas Faisal.
Ia menambahkan bahwa saat kegiatan berlangsung, Gubernur Kaltim diketahui masih berada di Jakarta untuk agenda lain.
Meski tanpa kehadiran gubernur, debat terbuka yang digagas mahasiswa tetap berlangsung hingga selesai dalam situasi aman dan tertib di bawah pengawasan aparat keamanan.
BACA JUGA
