Investor China Jajaki Investasi Industri dan Logistik di PT KKT Balikpapan
Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Sejumlah investor asal Tiongkok dari Max Joy International Industry Limited melakukan penjajakan kerja sama pengembangan kawasan industri di PT Kaltim Kariangau Terminal (PT KKT), Senin (27/4/2026).
Kunjungan ini menjadi langkah awal untuk melihat langsung potensi kawasan terminal sebagai pusat industri dan logistik terintegrasi di Kalimantan Timur.
Sejak pagi, aktivitas operasional di kawasan PT KKT terpantau berjalan normal. Sejumlah head truck hilir mudik mengangkut peti kemas, sementara operator lapangan mengatur posisi kontainer untuk menjaga kelancaran arus logistik. Di tengah aktivitas tersebut, rombongan investor tiba dan langsung mengikuti rangkaian pemaparan serta peninjauan lapangan.
Kepala Sekretaris Perusahaan PT KKT, Tani Wijaya Rusdy menjelaskan, terminal memiliki posisi strategis karena terhubung dengan jalur distribusi utama di wilayah Kalimantan Timur. Selain itu, tersedia potensi pengembangan kawasan seluas 72,5 hektare yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan industri dan logistik.
“PT Kaltim Kariangau Terminal memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan industri yang terintegrasi dengan layanan logistik. Kami membuka peluang kerja sama dengan investor untuk menciptakan nilai tambah bagi daerah,” ujar Tani.
Menurut dia, kesiapan infrastruktur dan fasilitas bongkar muat menjadi salah satu keunggulan yang dapat menarik minat investor. PT KKT juga, lanjutnya, berkomitmen mendorong kemitraan strategis guna meningkatkan arus logistik sekaligus memperkuat konektivitas industri di kawasan tersebut.
Setelah sesi pemaparan, rombongan investor melakukan peninjauan langsung ke area container yard, fasilitas bongkar muat, serta ruang perencanaan dan pengendalian operasional. Dalam kunjungan tersebut, diskusi berlangsung aktif, terutama terkait kapasitas layanan, efisiensi operasional, hingga peluang pengembangan fasilitas pendukung.
Perwakilan Max Joy International Industry Limited, Edward menyatakan, ketertarikannya terhadap kawasan PT KKT. Ia menilai lokasi terminal sangat potensial untuk mendukung integrasi antara kegiatan produksi dan distribusi.
“Kami melihat lokasi ini sangat strategis dan memiliki kesiapan infrastruktur yang baik untuk mendukung pengembangan industri kami. Kawasan ini memberikan peluang integrasi antara produksi dan distribusi,” kata Edward.
Kunjungan ini turut melibatkan pemegang saham PT KKT, yakni PT Kaltim Melati Bhakti Satya, serta perwakilan pemerintah daerah, termasuk Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Kalimantan Timur dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah.
PT Kaltim Melati Bhakti Satya menegaskan dukungannya terhadap rencana kerja sama tersebut. Sinergi antara badan usaha milik daerah (BUMD), pemerintah, dan investor dinilai penting untuk mempercepat realisasi investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Sementara itu, perwakilan Dinas Penanaman Modal menyatakan kesiapan pemerintah dalam mendampingi proses perizinan investasi. Dukungan juga diberikan dari sisi kebijakan dan pengelolaan aset oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah.
Kunjungan ini menjadi momentum awal bagi pembahasan lebih lanjut terkait rencana investasi.
PT KKT bersama para pemangku kepentingan akan menindaklanjuti hasil pertemuan melalui kajian teknis dan bisnis secara mendalam guna memastikan kesiapan pengembangan kawasan ke depan.
BACA JUGA
