Judi Online Jadi Sorotan, Kapolres PPU Edukasi Personel
PENAJAM PASER UTARA, Gerbangkaltim.com — Dalam upaya memperkuat integritas dan profesionalisme personel, Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara menegaskan pentingnya seluruh anggota Polri menjauhi perjudian, termasuk segala bentuk keterlibatan dalam aktivitas judi online.
Penekanan tersebut disampaikan saat Kapolres PPU memberikan pembinaan kepada personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres PPU, Jumat, 28 Agustus 2026. Kegiatan berlangsung di Ruang Satpas Satlantas Polres Penajam Paser Utara dan dikemas dengan pendekatan edukatif melalui nonton bareng film No More Bets, diskusi serta sesi tanya jawab.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakapolres PPU Kompol Roganda, Kabagops AKP Aan Suharmanto, Kabag SDM AKP Adhi Apriliyan Setyawan, Kasat Lantas AKP Dedik Indria Prasetyo, Kasi Propam Iptu Calon Tarigan, jajaran perwira dan seluruh personel Satlantas Polres PPU.
Dalam arahannya, Kapolres PPU mengingatkan bahwa integritas anggota Polri tidak hanya diuji ketika mengenakan seragam dan menjalankan tugas. Sikap serta perilaku personel di luar tugas juga menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi.
Karena itu, personel diminta tidak hanya menghindari aktivitas perjudian secara langsung, tetapi juga tidak terlibat dalam tindakan yang mendukung praktik judi online. Larangan tersebut mencakup mempromosikan, menyebarluaskan maupun membantu aktivitas perjudian melalui berbagai platform digital.
Kemudahan akses teknologi membuat judi online dapat menjangkau seseorang hanya melalui telepon genggam. Kondisi tersebut dinilai membutuhkan pengendalian diri dan kecakapan dalam menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.
Personel Polri juga diharapkan mampu menjadi contoh bagi masyarakat dalam memanfaatkan media sosial dan perangkat digital. Teknologi semestinya digunakan untuk kegiatan produktif dan memberikan manfaat, bukan menjadi sarana untuk aktivitas yang berpotensi merugikan.
Kasat Lantas Polres PPU AKP Dedik Indria Prasetyo mengatakan, pembinaan tersebut merupakan langkah preventif untuk meningkatkan kesadaran personel terhadap berbagai risiko perjudian online.
Menurutnya, persoalan judi online tidak berhenti pada kerugian keuangan. Ketergantungan terhadap perjudian juga berpotensi memicu persoalan keluarga, mengganggu konsentrasi hingga berdampak terhadap pelaksanaan tugas.
“Setiap personel harus mampu menjaga diri dan tidak mudah tergiur dengan tawaran keuntungan besar yang bersifat instan. Judi online bukan jalan untuk memperoleh keuntungan, tetapi dapat membawa seseorang pada berbagai persoalan yang merugikan diri sendiri, keluarga maupun institusi,” ujarnya.
Film No More Bets Jadi Media Edukasi
Setelah arahan Kapolres, kegiatan dilanjutkan dengan nonton bareng film No More Bets. Pemilihan film tersebut menjadi bagian dari metode edukasi untuk memberikan gambaran mengenai bahaya perjudian sekaligus kejahatan yang memanfaatkan perkembangan teknologi digital.
Melalui film tersebut, personel diajak memahami bagaimana seseorang dapat terjebak dalam jaringan kejahatan digital serta berbagai modus yang memanfaatkan teknologi untuk menjerat korban.
Pesan yang disampaikan tidak hanya berkaitan dengan kerugian materi. Perjudian dan kejahatan digital juga dapat memengaruhi kehidupan sosial, hubungan keluarga dan masa depan seseorang.
Usai pemutaran film, IPDA Doni F. Saisab selaku Kaurmintu Satlantas Polres PPU memberikan penjelasan mengenai sejumlah pesan moral yang dapat dipetik dari film tersebut.
Ia kembali mengingatkan personel agar tidak mudah percaya terhadap berbagai tawaran keuntungan besar dalam waktu singkat yang muncul di media sosial maupun platform digital.
Personel juga ditekankan untuk tidak mengakses, menyebarluaskan, mempromosikan ataupun membantu aktivitas yang berkaitan dengan perjudian online.
Perkuat Integritas Personel Polres PPU
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Personel Satlantas diberikan ruang untuk menyampaikan pertanyaan dan pandangan mengenai bahaya judi online, penipuan digital, penggunaan media sosial serta cara meningkatkan kewaspadaan terhadap kejahatan berbasis teknologi.
Diskusi tersebut menjadi bagian dari pembinaan internal untuk membangun pemahaman bersama. Di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, kemampuan mengenali modus kejahatan digital menjadi salah satu bentuk perlindungan diri yang penting.
Bagi Polres PPU, pencegahan keterlibatan personel dalam perjudian juga berkaitan erat dengan upaya menjaga kehormatan institusi. Perilaku seorang anggota dapat ikut memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri.
Melalui kombinasi penekanan, edukasi, pemutaran film dan diskusi, Polres PPU berupaya membangun kesadaran personel agar lebih mampu mengendalikan diri serta menggunakan teknologi secara bijak.
Pembinaan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan formal. Nilai disiplin, tanggung jawab dan integritas perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika personel menggunakan telepon genggam dan media sosial.
Polres Penajam Paser Utara menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembinaan dan pencegahan guna menjaga kualitas sumber daya manusia Polri.
Dengan penguatan tersebut, personel Satlantas Polres PPU diharapkan semakin memahami bahaya judi online, mampu menghindari berbagai bentuk keterlibatan perjudian serta tetap menjaga profesionalisme dan nama baik institusi.
Pada akhirnya, menjaga integritas bukan sekadar persoalan mematuhi aturan. Bagi seorang anggota Polri, integritas juga tercermin dari pilihan-pilihan kecil dalam kehidupan sehari-hari—termasuk ketika tidak ada orang lain yang melihat.
Sumber: Polres Penajam Paser Utara (PPU)
BACA JUGA
