Karhutla Kembali Membara di Kawasan IKN, Api Sulit Dipadamkan karena Akses Terjal
Penajam Paser Utara, Gerbangkaltim.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Selasa (1/9/2026).
Kebakaran dilaporkan terjadi di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto, Desa Sukomulyo, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Petugas gabungan hingga Rabu (2/9/2026) masih berjibaku memadamkan api yang membakar kawasan hutan tersebut.
Berdasarkan perkiraan sementara, luas lahan yang terbakar mencapai ratusan hektare. Namun, angka tersebut masih dalam pendataan petugas di lapangan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU Nurlaila mengatakan, laporan kebakaran diterima Pusat Pengendalian Operasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Pusdalops) BPBD PPU pada Selasa sekitar pukul 14.38 Wita.
“Laporan kami terima dari Camat Sepaku Gamaliel Abimanyu Arliandito. Setelah menerima laporan tersebut, kami langsung bergerak cepat merespons dengan mengerahkan personel ke titik lokasi,” kata Nurlaila dalam laporannya.
Menurut dia, petugas langsung melakukan upaya pemadaman sekaligus penyekatan untuk mencegah api meluas.
Namun, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya adalah akses menuju titik api yang sulit dijangkau kendaraan pemadam.
“Mobil pemadam tidak bisa mendekati api karena sulitnya akses. Petugas akhirnya secara bahu membahu melakukan perintisan semak belukar dan menarik selang atau nosel air menuju titik api,” ujarnya.
Api Belum Terkendali
Nurlaila menyebut, hingga laporan tersebut disampaikan, api masih belum dapat dikendalikan.
Material yang terbakar berupa semak belukar dalam kondisi kering sehingga api relatif mudah menjalar.
“Hingga kini api masih belum bisa dikendalikan, mengingat material yang terbakar merupakan semak belukar yang kering,” kata Nurlaila.
Ia menambahkan, penyebab kebakaran maupun luas pasti area yang terbakar masih belum diketahui.
“Penyebab pasti karhutla serta luas area lahan yang terbakar masih belum diketahui dan masih dalam tahap pendataan oleh petugas di lapangan,” katanya.
Petugas Gabungan Dikerahkan
Pemadaman melibatkan sejumlah unsur, di antaranya BPBD PPU, Kedeputian Otorita IKN melalui unsur Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam (LHSDA), Pengendalian Pembangunan, Transformasi Hijau dan Digital, serta Humas.
Selain itu, personel Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi Meratus, Polresta Kawasan IKN, Koramil Sepaku, Polsek Sepaku, dan Kecamatan Sepaku turut diterjunkan.
Lokasi kebakaran disebut berada sekitar lima kilometer dari lokasi karhutla sebelumnya yang berada di kawasan perbatasan PPU dan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Kebakaran sebelumnya dilaporkan menghanguskan lebih dari 200 hektare lahan.
Petugas gabungan kini masih berupaya melakukan pemadaman dan penyekatan api untuk mencegah kebakaran meluas ke kawasan lainnya.
BACA JUGA
