Kalapas Banjarmasin Dorong PPPI Kalsel Jadi Jembatan Pengalaman Purnabakti
Banjarmasin, Gerbangkaltim.com– Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, mendorong Persatuan Purnabakti Pemasyarakatan Indonesia (PPPI) Kalimantan Selatan tidak sekadar menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga ruang berbagi pengalaman bagi jajaran pemasyarakatan.
Hal itu disampaikan Akhmad Herriansyah usai menghadiri rapat koordinasi pembentukan Kepengurusan Wilayah PPPI Kalimantan Selatan di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Kalimantan Selatan, Senin (31/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Akhmad Herriansyah hadir bersama Kepala Kanwil Ditjenpas Kalsel Erwedi Supriyatno, jajaran struktural Kanwil Ditjenpas Kalsel, Kalapas Perempuan Martapura, serta Kepala Bapas Kelas I Banjarmasin.
Akhmad Herriansyah menilai keberadaan PPPI penting untuk menjaga hubungan antara para purnabakti dengan keluarga besar pemasyarakatan. Menurut dia, berakhirnya masa tugas tidak berarti berakhir pula hubungan dan kontribusi terhadap pemasyarakatan.
“Purnabakti bukan berarti putusnya hubungan dengan pemasyarakatan. Mereka telah memberikan waktu, tenaga, dan pemikiran selama bertugas,” kata Akhmad Herriansyah.
Ia mengatakan pengalaman para purnabakti masih memiliki nilai penting untuk menjadi pembelajaran bagi generasi yang saat ini masih aktif bertugas.
“Karena itu, silaturahmi harus tetap kita rawat dan pengalaman para senior tetap bisa menjadi bagian dari pembelajaran bagi generasi berikutnya,” ujarnya.
Menurut Akhmad Herriansyah, pembentukan PPPI Kalsel juga diharapkan tidak berhenti pada terbentuknya struktur organisasi. Ia berharap organisasi tersebut nantinya memiliki kegiatan yang nyata dan memberikan manfaat bagi para purnabakti maupun lingkungan pemasyarakatan.
“Kami mendukung terbentuknya PPPI Kalsel. Harapannya organisasi ini tidak hanya memiliki kepengurusan, tetapi juga memiliki kegiatan yang nyata, menjaga kekeluargaan, dan membuka ruang bagi para purnabakti untuk tetap berkontribusi,” kata dia.
Sementara itu, Kepala Kanwil Ditjenpas Kalimantan Selatan, Erwedi Supriyatno menyambut baik pembentukan kepengurusan PPPI Kalsel.
Erwedi menilai pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki para purnabakti merupakan aset yang tetap dapat dimanfaatkan untuk mendukung perkembangan pemasyarakatan.
“Purnabakti bukan berarti berhenti untuk berkontribusi. Pengalaman, pengetahuan, dan semangat pengabdian yang dimiliki para senior merupakan aset yang sangat berharga,” ujar Erwedi.
Dalam rapat tersebut, ditetapkan struktur awal Kepengurusan Wilayah PPPI Kalimantan Selatan. Kepala Kanwil Ditjenpas Kalsel ditetapkan sebagai pembina, sementara Drs. Sahro, Bc.IP. sebagai ketua, Sahril Ariffani sebagai sekretaris, dan Metri sebagai bendahara.
Kepengurusan tersebut juga dilengkapi sejumlah bidang, yakni Bidang Organisasi, Bidang Pengkajian Keilmuan, Bidang Usaha/Kesejahteraan, serta Bidang Sosial dan Pengabdian Masyarakat.
Pembentukan struktur awal ini menjadi tahapan untuk melanjutkan proses administrasi dan legalitas organisasi yang selanjutnya diusulkan kepada Pengurus Pusat PPPI.
Akhmad berharap keberadaan PPPI Kalsel dapat menjadi penghubung antara pengalaman para purnabakti dengan kebutuhan pemasyarakatan saat ini.
“Pengabdian boleh berganti bentuk, tetapi silaturahmi tidak harus ikut berakhir. Para purnabakti tetap merupakan bagian dari keluarga besar pemasyarakatan,” tuturnya.
BACA JUGA
