Kemarau Makin Kering, Petugas DLH Balikpapan Ekstra Menyiram Tanaman Kota
Balikpapan, Gerbangkaltim.com– Musim kemarau mulai berdampak terhadap kondisi ruang terbuka hijau dan tanaman penghijauan di sejumlah kawasan Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Rumput dan vegetasi di beberapa titik mulai menguning akibat minimnya curah hujan.
Kondisi tersebut membuat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan meningkatkan intensitas penyiraman untuk menjaga tanaman tetap hidup selama periode kering.
Kepala DLH Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana mengatakan, langkah antisipasi telah dilakukan sejak sebelum memasuki Agustus. Penyiraman bahkan ditingkatkan sejak Juli untuk mengurangi dampak kekeringan terhadap tanaman.
“Kalau kondisi kemarau ini benar, sebelum bulan Agustus, dari Juli dan sebelumnya kami sudah melakukan antisipasi untuk melakukan grojok tanaman,” ujar Sudirman, Rabu (2/9/2026).
Menurut dia, sistem penyiraman yang dilakukan tidak sekadar membasahi permukaan tanah. Petugas menerapkan sistem grojok dengan memberikan pasokan air lebih banyak agar tanah di sekitar tanaman benar-benar basah.
“Sekarang kita lebih sering siram, jadi benar-benar dipastikan tanahnya basah karena tidak adanya hujan,” katanya.
Peningkatan frekuensi penyiraman tersebut berdampak langsung terhadap beban kerja petugas di lapangan. Mereka harus menjangkau lebih banyak titik penghijauan untuk memastikan kebutuhan air tanaman terpenuhi.
Sudirman mengakui kondisi tersebut mulai memengaruhi stamina personel.
“Petugas penyiraman juga sudah mulai capek karena memang frekuensinya kita tingkatkan,” ujarnya.
Untuk menjaga kondisi fisik petugas, DLH Balikpapan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan. Dukungan berupa vitamin dan suplemen diupayakan bagi petugas yang bekerja di lapangan dengan intensitas tinggi.
Selain menambah frekuensi penyiraman, DLH juga menyiapkan opsi untuk memperkuat dukungan armada. Salah satunya dengan mengoptimalkan truk tangki yang selama ini digunakan bidang kebersihan.
Menurut Sudirman, kendaraan tersebut dapat dikoordinasikan untuk membantu penyediaan air bagi tanaman apabila diperlukan.
“Ini masih mau dikoordinasikan,” katanya.
Dampak kemarau, lanjut Sudirman, mulai terlihat pada vegetasi di sejumlah ruang terbuka. Rumput yang sebelumnya hijau kini mulai berubah warna menjadi kuning.
DLH berupaya mencegah kondisi tersebut semakin parah hingga menyebabkan tanaman mati.
“Jangan sampai, mudah-mudahan kami tetap berjuang untuk tidak mati. Kami juga berjuang untuk rumput-rumput yang sudah banyak menguning di Kota Balikpapan,” ungkapnya.
Sudirman menegaskan upaya pencegahan perlu dilakukan sejak awal sebelum kondisi tanaman semakin memburuk. Koordinasi dengan sejumlah pihak juga dilakukan untuk menghadapi kondisi kemarau yang berlangsung di Balikpapan.
Ia menyebut kondisi tersebut turut disampaikan melalui Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) di tingkat pusat.
“Lebih baik mencegah daripada mengobati,” tegasnya.
Di sisi lain, DLH tetap berharap curah hujan kembali meningkat. Sebelumnya, upaya modifikasi cuaca melalui penaburan garam telah dilakukan sebagai salah satu ikhtiar untuk memicu turunnya hujan.
Sudirman mengatakan hujan sempat turun di kawasan utara Balikpapan dan sejumlah wilayah di sekitarnya setelah kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, di area utara dan sekitarnya ke bawah sedikit juga sudah hujan. Mudah-mudahan kegiatan penaburan garam yang dilakukan ini bisa berlanjut,” tuturnya.
DLH Balikpapan kini terus memperkuat perawatan ruang hijau melalui peningkatan penyiraman, perlindungan kondisi petugas, hingga rencana optimalisasi armada tangki.
Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga tanaman penghijauan dan ruang terbuka hijau tetap bertahan di tengah kondisi cuaca yang semakin kering.
BACA JUGA
