Kebakaran Terjadi di Baru Ilir, Satu Rumah Rusak Berat dalam 15 Menit

kebakaran
Kebakaran satu unit rumah di RT 5, Kelurahan Baru Ilir, Kecamatan Balikpapan Barat, hingga mengalami kerusakan hingga sekitar 75 persen, Kamis (26/3/2026) siang.

Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Kebakaran kembali melanda kawasan permukiman di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (26/3/2026) siang.

Kali ini, satu unit rumah di RT 5, Kelurahan Baru Ilir, Kecamatan Balikpapan Barat, mengalami kerusakan hingga sekitar 75 persen akibat amukan api.

Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 14.17 Wita. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan yang menerima laporan langsung mengerahkan tim pemadam ke lokasi kejadian.

Komandan Regu UPT BPBD Balikpapan Barat, Bambang mengatakan, respons cepat menjadi faktor utama dalam mencegah kebakaran meluas ke bangunan lain di sekitarnya.

“Begitu laporan masuk, tim langsung bergerak ke lokasi. Dukungan relawan dan warga juga sangat membantu, terutama dalam penempatan unit pemadam sehingga penanganan bisa dilakukan dengan cepat,” ujar Bambang saat dikonfirmasi.

Api berhasil dikendalikan dalam waktu relatif singkat, yakni sekitar 15 menit sejak proses pemadaman intensif dilakukan. Meski demikian, petugas tetap melanjutkan proses pendinginan guna memastikan tidak ada sisa bara api yang berpotensi memicu kebakaran lanjutan.

“Pendinginan ini penting untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api,” kata Bambang.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini karena rumah yang terbakar diketahui dalam kondisi kosong saat peristiwa berlangsung. Namun, kerusakan pada bangunan cukup signifikan, terutama pada bagian dalam rumah yang belum sepenuhnya dapat diidentifikasi saat proses penanganan berlangsung.

Dalam upaya pemadaman, BPBD mengerahkan sejumlah unit dari berbagai pos, termasuk satu unit dari Pos Baru Tengah, dua unit dari Pos Balikpapan Barat, serta bantuan tambahan dari sektor Gunung Samarinda. Selain itu, aparat kepolisian, unsur TNI AL (Landal), dan relawan turut membantu proses penanganan di lapangan.

Bambang mengungkapkan bahwa kondisi permukiman yang padat sebenarnya meningkatkan risiko perambatan api. Namun, berkat koordinasi yang cepat, kebakaran tidak meluas ke rumah lain.

“Jarak antar rumah cukup berdekatan, sehingga risikonya tinggi. Tapi berkat penanganan cepat, api bisa dicegah agar tidak merembet,” ujarnya.

Peristiwa ini menambah rangkaian kebakaran yang terjadi dalam waktu berdekatan di Balikpapan. Dua hari sebelumnya, kebakaran juga terjadi di kawasan Karang Jati, Balikpapan Tengah, yang menghanguskan sejumlah bangunan di kawasan padat penduduk.

Hingga kini, penyebab kebakaran di Baru Ilir masih dalam penyelidikan pihak berwenang. BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi sumber api di lingkungan rumah.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati, terutama dalam penggunaan listrik dan sumber api lainnya, agar kejadian serupa tidak terulang,” kata Bambang.

Tinggalkan Komentar