Pertamina Dorong Warga Batu Ampar Sulap Lahan Tidur Jadi Kebun Hidroponik

Pertamina
PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Regional Kalimantan melalui Integrated Terminal (IT) Balikpapan resmi meluncur Program PELITA, yang mengubah lahan tidur menjadi area urban farming berbasis hidroponik, Kamis (10/9/2026).

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Lahan terbatas di kawasan perkotaan tidak menghalangi warga RT 59, Kelurahan Batu Ampar, Balikpapan, untuk mengembangkan pertanian. Melalui Program PELITA, lahan tidur mulai dimanfaatkan menjadi area urban farming berbasis hidroponik.

Program tersebut diinisiasi PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Regional Kalimantan melalui Integrated Terminal (IT) Balikpapan dan resmi diluncurkan pada Kamis (10/9/2026).

Selain penyediaan sarana budidaya, Pertamina memberikan pelatihan hidroponik kepada masyarakat. Program ini juga diarahkan untuk memperkuat keterlibatan perempuan dalam pemenuhan kebutuhan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi keluarga.

Area Manager Communication, Relations & CSR PPN Regional Kalimantan Edi Mangun mengatakan, pemanfaatan lahan perkotaan melalui hidroponik dapat menjadi salah satu cara mendekatkan akses pangan kepada masyarakat.

“Melalui program ini, kami ingin mendukung ketahanan pangan masyarakat dengan menghadirkan akses pangan yang lebih dekat bagi warga. Budidaya hidroponik juga diharapkan menjadi peluang bagi masyarakat untuk memperoleh pendapatan dan meningkatkan perekonomian keluarga,” ujar Edi.

Program PELITA dijalankan bersama Kelompok Patra Lestari sebagai kelompok binaan CSR Pertamina di RT 59. Pelaksanaannya melibatkan Kelurahan Batu Ampar, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), PKK Pokja III, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta Puskesmas Batu Ampar.

Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Batu Ampar Suhartini menilai hidroponik menjadi pilihan yang relevan untuk dikembangkan di lingkungan perkotaan karena tidak membutuhkan lahan luas.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi berkembang menjadi aktivitas produktif yang dapat meningkatkan pendapatan warga. Keterlibatan generasi muda juga dinilai penting agar pertanian perkotaan dapat terus berkembang.

Dalam pelatihan, masyarakat mendapatkan materi mengenai sistem dan peralatan hidroponik, pembibitan, persemaian, proses pindah tanam, perawatan tanaman, hingga pengendalian hama.

Narasumber dari Asosiasi Hidroponik Balikpapan, Noormansyah, juga memberikan praktik langsung agar peserta dapat mengaplikasikan teknik budidaya tersebut dalam pengelolaan tanaman.

Edi berharap fasilitas dan pengetahuan yang telah diberikan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh kelompok penerima manfaat.

“Kami berharap fasilitas yang diberikan dapat dijaga, dimanfaatkan, dan terus dikembangkan oleh kelompok penerima manfaat agar program ini memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi masyarakat sekitar,” kata Edi.

Tinggalkan Komentar