Pertamina Dukung Penanganan Karhutla di Hutan Lindung Sungai Wain, Salurkan Peralatan hingga Oksigen
Balikpapan, Gerbangkaltim.com – PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) V Balikpapan menyalurkan dukungan tanggap darurat untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW), Kota Balikpapan.
Dukungan tersebut diserahkan kepada UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Balikpapan selaku pengelola kawasan HLSW, Jumat (19/9/2026).
Bantuan difokuskan untuk memperkuat kebutuhan operasional petugas dan relawan yang berada di lapangan. Sejumlah peralatan penanganan kebakaran disiapkan, mulai dari kopling dan nozzle tipe forestry, selang distribusi air, Y connector, hingga sarana penampungan air berkapasitas besar.
Pertamina juga mendukung kebutuhan distribusi air dengan menyediakan genset portabel untuk menunjang pengoperasian peralatan di lokasi.
Selain peralatan pemadaman, bantuan mencakup perlengkapan untuk mendukung keselamatan petugas. Di antaranya lampu sorot, senter kepala, masker respirator, masker pelindung, tabung oksigen, serta perlengkapan pertolongan pertama.
Logistik dan kebutuhan pendukung personel turut disalurkan untuk membantu menjaga kesiapan petugas dan relawan selama proses pemantauan serta penanganan karhutla berlangsung.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga RU V Balikpapan, Dodi Yapsenang mengatakan, dukungan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap kelestarian lingkungan sekaligus keselamatan petugas yang bekerja di kawasan hutan.
“Pertamina hadir untuk mendukung upaya bersama dalam menjaga Hutan Lindung Sungai Wain. Kami berupaya memberikan dukungan sesuai kebutuhan di lapangan, baik dari sisi operasional maupun keselamatan personel,” kata Dodi.
Menurut dia, petugas dan relawan menjadi bagian penting dalam upaya menjaga kawasan HLSW dari ancaman kebakaran.
“Di balik upaya menjaga kawasan hutan, ada para petugas dan relawan yang bekerja dengan penuh dedikasi. Semoga dukungan ini dapat membantu mereka menjalankan tugas dengan lebih aman dan optimal,” ujarnya.
Kepala UPTD KPHL Balikpapan, Rini Handajani, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan Pertamina Patra Niaga RU V Balikpapan.
Menurut Rini, dukungan peralatan operasional, perlengkapan keselamatan dan kesehatan, serta kebutuhan personel sangat membantu petugas yang bekerja di lapangan.
“Dukungan berupa peralatan operasional, perlengkapan keselamatan dan kesehatan, serta kebutuhan pendukung personel sangat berarti bagi petugas yang berada di lapangan,” ujar Rini.
Ia mengatakan penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, terutama untuk menjaga kesiapan petugas selama berada di kawasan hutan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pertamina Patra Niaga RU V Balikpapan atas kepedulian dan dukungan yang diberikan dalam kondisi tanggap darurat ini. Sinergi berbagai pihak sangat penting untuk bersama-sama menjaga Hutan Lindung Sungai Wain,” katanya.
Hutan Lindung Sungai Wain merupakan salah satu kawasan penting bagi Kota Balikpapan karena memiliki fungsi ekologis dan menjadi habitat berbagai keanekaragaman hayati.
Perlindungan kawasan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem di kota.
Pertamina Patra Niaga RU V Balikpapan menyatakan dukungan penanganan karhutla tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), khususnya dalam perlindungan lingkungan serta penguatan ketangguhan masyarakat menghadapi risiko bencana.
Dukungan tersebut juga menjadi bagian dari kolaborasi Pertamina bersama pemerintah, pengelola kawasan, relawan, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menjaga kawasan HLSW.
Selain aspek lingkungan, program tersebut berkaitan dengan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), terutama perlindungan ekosistem, pengurangan risiko bencana, serta keselamatan dan kesehatan personel.
Upaya tersebut juga diarahkan untuk mendukung pencapaian sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 13 tentang penanganan perubahan iklim, SDG 15 tentang ekosistem daratan, dan SDG 17 tentang kemitraan.
BACA JUGA
