Pertamina Salurkan Alat Kesehatan ke Empat Posyandu di Balikpapan, Dukung Pencegahan Stunting
Balikpapan, Gerbangkaltim.com — PT Pertamina Patra Niaga RU V Balikpapan menyalurkan bantuan alat kesehatan berupa antropometri kit kepada empat Posyandu di Kelurahan Baru Ilir, Balikpapan, Kalimantan Timur.
Bantuan melalui Program Kaliandra (Kampung Baru Ilir Mandiri, Indah dan Sejahtera) tersebut diserahkan di halaman Puskesmas Baru Ilir, Rabu (7/10/2026).
Bantuan diberikan untuk memperkuat pelayanan kesehatan dasar, terutama dalam pemantauan tumbuh kembang bayi dan balita serta pemeriksaan kesehatan masyarakat lanjut usia.
Sejumlah peralatan yang disalurkan antara lain timbangan bayi digital, timbangan dewasa digital, tensimeter digital, alat pemeriksaan gula darah, kolesterol dan asam urat, stik pemeriksaan, serta termometer digital.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga RU V Balikpapan, Dodi Yapsenang mengatakan, dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk ikut memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat.
Menurut dia, puskesmas dan kader Posyandu memiliki peran penting karena menjadi salah satu ujung tombak pelayanan kesehatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Kami percaya bahwa akses terhadap layanan kesehatan yang memadai merupakan pondasi utama dalam mendukung tumbuh kembang bayi dan balita yang sehat sebagai generasi penerus bangsa,” kata Dodi.
Dodi mengatakan, ketersediaan alat pemeriksaan yang memadai juga membantu kader melakukan pemantauan kondisi kesehatan dan pertumbuhan balita secara lebih tepat.
Data hasil pengukuran tersebut penting untuk mendeteksi lebih dini apabila terdapat gangguan pertumbuhan pada anak.
Dengan demikian, intervensi dapat dilakukan lebih cepat, termasuk dalam upaya menekan prevalensi stunting.
Pimpinan UPTD Puskesmas Baru Ilir, Erika, mengapresiasi bantuan yang diberikan Pertamina Patra Niaga RU V Balikpapan.
Menurut Erika, bantuan antropometri kit sangat membantu kader Posyandu dalam melakukan pemantauan tumbuh kembang anak, terlebih prevalensi stunting di wilayah Baru Ilir masih menjadi perhatian.
“Bantuan alat antropometri kit balita bermanfaat bagi kader untuk menurunkan prevalensi stunting karena merupakan bentuk intervensi dini,” ujar Erika.
Ia meminta seluruh peralatan tersebut dimanfaatkan secara optimal sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat berjalan lebih baik.
Pemantauan status gizi balita di Posyandu dilakukan antara lain melalui pengukuran berat dan tinggi badan. Pengukuran tersebut menjadi bagian penting untuk mengetahui kondisi pertumbuhan anak sekaligus mendeteksi potensi masalah gizi sejak dini.
Selain balita, sejumlah peralatan yang diberikan juga dapat digunakan untuk mendukung pemeriksaan kesehatan masyarakat dewasa dan lansia, seperti pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol dan asam urat.
Salah satu kader Posyandu, Jamri, mengatakan bantuan tersebut membuat kader lebih terbantu dalam memberikan pelayanan kepada warga.
“Terima kasih Pertamina atas bantuan antropometri yang diberikan. Bantuan yang diberikan ini membuat kami lebih semangat melayani warga kami,” kata Jamri.
Pertamina Patra Niaga menyebut bantuan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.
Program itu juga diarahkan untuk mendukung penguatan kapasitas masyarakat di bidang kesehatan serta sejalan dengan komitmen perusahaan terhadap prinsip Environmental, Social and Governance (ESG) dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan ketiga tentang kehidupan sehat dan sejahtera.
Melalui dukungan tersebut, Pertamina berharap penguatan fasilitas Posyandu dapat membantu meningkatkan kualitas pemantauan kesehatan masyarakat sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting di Kota Balikpapan.
BACA JUGA
