PLN Perluas Listrik ke 63 Titik Pelosok Kaltara
BALIKPAPAN, Gerbangkaltim.com – Listrik Kalimantan Utara terus diperluas hingga menjangkau wilayah pelosok, terdepan, terluar, dan kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia. PLN UID Kaltimra mencatat sebanyak 63 titik dusun dan desa di Kalimantan Utara masuk dalam sasaran pembangunan dan pengembangan infrastruktur kelistrikan.
Program tersebut merupakan bagian dari total 168 desa yang menjadi sasaran pembangunan dan pengembangan kelistrikan di wilayah kerja PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra).
Sebanyak 63 titik di Kalimantan Utara tersebar pada lima kabupaten dan kota, yakni Kabupaten Bulungan, Malinau, Nunukan, Tana Tidung, serta Kota Tarakan.
Sebagian lokasi berada di kawasan dengan tantangan geografis yang tidak ringan. Jarak antarpemukiman, kondisi medan, keterbatasan akses transportasi, hingga posisi wilayah yang berdekatan dengan perbatasan menjadi sejumlah faktor yang harus diperhitungkan PLN dalam menjalankan pembangunan.
Pengerjaan dilakukan secara bertahap oleh PLN Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Kalimantan Utara bersama PLN UP2K Benua Etam. Langkah tersebut diarahkan untuk memperluas pemerataan akses energi sekaligus mendukung peningkatan Rasio Desa Berlistrik (RDB) di Kalimantan Utara.
Manager PLN UP2K Kalimantan Utara, Donny, mengatakan setiap lokasi memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda sehingga pembangunan harus disesuaikan dengan kesiapan teknis serta situasi lapangan.
“Sebanyak 63 titik yang tersebar di Kalimantan Utara menjadi bagian dari upaya besar PLN dalam memperluas akses listrik di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara,” ujar Donny.
Menurut dia, karakter wilayah pelosok dan perbatasan membuat proses pembangunan membutuhkan perencanaan yang matang. PLN tidak hanya memperhitungkan kebutuhan jaringan, tetapi juga kondisi geografis serta akses menuju lokasi.
Di Kabupaten Bulungan, sejumlah wilayah yang masuk dalam pembangunan dan perluasan jaringan antara lain Long Tungu, Long Sam, Salimbatu, Tanjung Buka, Mangkupadi, Sajau, dan Wonomulyo.
Sementara di Kabupaten Malinau, pembangunan menyasar sejumlah wilayah seperti Sesua, Tanjung Lapang, Setulang, Setarap, Metut, Nahakramo, hingga Long Bisai.
Perluasan akses listrik juga bergerak ke Kabupaten Nunukan, terutama di sejumlah wilayah Krayan, Lumbis, Sebatik, Sei Menggaris, dan Tulin Onsoi. Pengembangan kelistrikan turut dilakukan di berbagai wilayah Kabupaten Tana Tidung dan Kota Tarakan.
General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, menegaskan pembangunan tersebut bukan sekadar penambahan jaringan listrik, tetapi bagian dari upaya menghadirkan manfaat energi secara lebih merata.
Ia menyebut kehadiran listrik memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan masyarakat. Energi dibutuhkan untuk menunjang kegiatan rumah tangga, pendidikan, pelayanan publik hingga aktivitas ekonomi.
“Di balik setiap titik tersebut, terdapat masyarakat yang menantikan hadirnya akses energi untuk mendukung aktivitas sehari-hari, pendidikan, pelayanan publik, hingga pengembangan potensi ekonomi di wilayahnya,” kata Chaliq.
Bagi masyarakat di daerah terpencil, akses listrik dapat menjadi pintu bagi berbagai aktivitas yang sebelumnya terbatas. Penerangan memungkinkan kegiatan belajar berlangsung lebih baik, sementara ketersediaan energi juga dapat mendukung usaha masyarakat dan pelayanan dasar.
Chaliq mengatakan pemerataan listrik karena itu harus dipandang sebagai bagian dari pembangunan wilayah.
“Listrik menjadi salah satu fondasi penting bagi peningkatan kualitas hidup dan pertumbuhan suatu wilayah,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan jaringan listrik di wilayah dengan kondisi geografis beragam membutuhkan kolaborasi. PLN terus mendorong sinergi bersama pemerintah daerah, masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya agar proses pembangunan dapat berjalan efektif.
Pembangunan 63 titik di Kalimantan Utara sekaligus menunjukkan bahwa perluasan akses energi tidak hanya menyasar pusat-pusat pertumbuhan. Wilayah yang jauh dari pusat kota, termasuk kawasan perbatasan, tetap menjadi bagian dari agenda pemerataan kelistrikan.
Bagi masyarakat yang selama ini menunggu hadirnya listrik, setiap jaringan yang terbangun bukan sekadar infrastruktur. Di sana ada harapan untuk belajar lebih lama, bekerja lebih produktif, memberikan pelayanan yang lebih baik, dan mengembangkan potensi ekonomi daerah.
PLN menegaskan upaya memperluas akses listrik di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara akan terus dilanjutkan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi teknis dan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.
Sumber: PLN UID Kaltimra
BACA JUGA
