PTMB Siapkan Sejumlah Strategi Tingkatkan Layanan Air Bersih di Balikpapan pada 2026
Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) menyiapkan sejumlah strategi untuk meningkatkan kontinuitas dan kualitas layanan air bersih bagi pelanggan di Kota Balikpapan pada 2026.
Upaya tersebut dilakukan mulai dari penataan ulang wilayah pelayanan instalasi pengolahan air (IPA), peningkatan kapasitas produksi, hingga peremajaan pipa dan penggantian meter air pelanggan.
Direktur Teknik PTMB Khoiruddin mengatakan, kapasitas produksi air akan terus ditingkatkan hingga mencapai 200 hingga 250 liter per detik untuk mendukung perbaikan distribusi air di sejumlah wilayah.
“Ke depan akan ditingkatkan sampai dengan 200 sampai dengan 250 liter per detik. Nah daerah pelayanan yang ada per hari ini tentunya IPA Kilometer 12 akan mengambil sebagai daerah pelayanan IPA Kilometer 8,” kata Khoiruddin, Senin (9/3/2026).
Ia menjelaskan, perubahan skema distribusi juga akan dilakukan dengan mengalihkan sebagian pelayanan IPA Kilometer 8 ke wilayah Balikpapan Utara. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi permasalahan klasik distribusi air di Balikpapan Barat.
“Sehingga masalah klasik di Balikpapan Barat terkait tidak lancarnya kontinuitas pengaliran di 2026 ini akan kami coba selesaikan,” ujarnya.
Sebanyak 50 liter per detik tambahan air juga akan dialirkan menuju wilayah Balikpapan Barat melalui Reservoir Ardun Raya yang berada di Gunung Meriam. Dengan tambahan tersebut, sistem distribusi di wilayah yang selama ini menjadi ujung pelayanan jaringan diharapkan dapat lebih stabil.
Selain itu, pelayanan dari IPA Kampung Damai juga akan dialihkan sebagian ke wilayah Balikpapan Kota dan Balikpapan Tengah. Langkah ini diambil untuk menjaga kontinuitas pengaliran air di dua kawasan tersebut.
“Setelah nanti 50 liter masuk ke Gunung Meriam, maka pelayanan IPA Kampung Damai akan ditarik menuju Balikpapan Kota dan Balikpapan Tengah sehingga kontinuitas di Balikpapan Tengah dan Balikpapan Kota bisa lebih terjaga,” jelasnya.
PTMB juga menambah kapasitas distribusi air dari kawasan Gunung Tembak sebesar 30 liter per detik. Tambahan ini diharapkan dapat membantu suplai dari IPA Teritip sehingga sebagian wilayah Balikpapan Timur dapat terlayani dari Gunung Tembak.
Dengan skema tersebut, suplai air sebesar 200 liter per detik dari IPA Teritip nantinya dapat lebih difokuskan untuk melayani wilayah Balikpapan Selatan.
Khoiruddin menambahkan, perbaikan layanan juga dilakukan melalui peremajaan jaringan pipa yang sudah berusia tua. Kondisi pipa lama menyebabkan sedimen menumpuk di dalam jaringan sehingga memengaruhi kualitas air.
“Pipa-pipa kita sudah sangat tua dan perlu segera dilakukan peremajaan. Ketika kami melakukan peningkatan tekanan atau distribusi, sedimen di dalam pipa ikut terdorong ke rumah pelanggan sehingga dalam beberapa minggu terakhir kualitas air sempat keruh,” katanya.
Untuk mengatasi hal tersebut, PTMB melakukan pembersihan jaringan pipa utama secara bertahap di lapangan agar kualitas air kembali membaik.
Selain peningkatan jaringan distribusi, PTMB juga menargetkan penggantian 32.500 meter air pelanggan pada tahun ini untuk meningkatkan akurasi pencatatan pemakaian air.
Khoiruddin menjelaskan, meter air yang berusia lebih dari empat tahun atau telah mencatat pemakaian lebih dari 2.000 meter kubik biasanya mengalami penurunan akurasi.
“Ketika meter air usianya di atas empat tahun atau angka meter airnya di atas 2.000, maka akurasinya sudah menurun. Oleh sebab itu dilakukan penggantian meter air secara periodik,” ujarnya.
Ia mengatakan target penggantian 32.500 meter air tersebut harus selesai dalam waktu enam bulan dengan rata-rata penggantian sekitar 4.500 hingga 5.000 unit setiap bulan.
Menurut Khoiruddin, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya menekan angka kehilangan air sekaligus memastikan pelanggan menerima air sesuai dengan volume pemakaian yang sebenarnya.
Melalui berbagai strategi tersebut, PTMB berharap jam pelayanan air bersih di sejumlah wilayah Balikpapan dapat meningkat.
“Harapannya kontinuitas bisa meningkat, jam pelayanan bisa bertambah. Yang sebelumnya mungkin hanya sekitar 12 jam mengalir bisa meningkat, sementara yang sudah 24 jam tetap terjaga kontinuitasnya,” kata Khoiruddin.
BACA JUGA
