Raih Predikat Perunggu IKD 2026, Balikpapan Perkuat Pembangunan Berbasis Keinsinyuran
Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan, Kalimantan Timur, meraih predikat Perunggu dalam ajang Indeks Keinsinyuran Daerah (IKD) 2026 kategori pemerintah kota.
Penghargaan tersebut diberikan dalam penganugerahan IKD 2026 yang berlangsung di Gedung BJ Habibie BRIN, Jakarta, Sabtu (29/8/2026) malam.
Balikpapan menjadi salah satu dari 327 pemerintah daerah yang mengikuti asesmen IKD 2026 dari total 546 pemerintah daerah di Indonesia.
Wali Kota Balikpapan, Dr H Rahmad Mas’ud, SE., ME., mengatakan, penghargaan tersebut tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga motivasi bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pembangunan.
“Capaian ini menjadi apresiasi sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan melalui perencanaan yang baik, keahlian profesional, penerapan teknologi, standar teknis, serta pembangunan yang aman dan berkelanjutan,” kata Rahmad Mas’ud.
Menurut Rahmad Mas’ud, pembangunan daerah tidak cukup hanya berorientasi pada penyelesaian proyek secara fisik. Setiap pembangunan harus direncanakan secara matang dengan memperhatikan aspek teknis, keamanan, manfaat bagi masyarakat, dan keberlanjutan.
Hal itu dinilai penting mengingat kebutuhan pembangunan Balikpapan terus berkembang.
Pertumbuhan kawasan permukiman, pembangunan infrastruktur, penataan ruang, penyediaan utilitas dasar, hingga fasilitas publik membutuhkan perencanaan dan pelaksanaan yang didukung tenaga profesional berkompeten.
Dalam kondisi tersebut, penerapan praktik keinsinyuran menjadi salah satu aspek penting dalam memastikan pembangunan berjalan sesuai standar.
Keputusan teknis yang tepat sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan diharapkan dapat menekan risiko, meningkatkan efisiensi, serta memastikan infrastruktur yang dibangun dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Perkuat Kompetensi
Rahmad Mas’ud menilai kualitas aparatur pemerintah dan tenaga profesional juga perlu terus diperkuat. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, kata dia, harus berjalan seiring dengan penerapan standar teknis dan prinsip keselamatan.
“Semoga penghargaan ini menjadi penyemangat untuk terus menghadirkan pembangunan yang nyata manfaatnya bagi masyarakat dan membawa Balikpapan semakin maju dan nyaman,” ujarnya.
Indeks Keinsinyuran Daerah merupakan instrumen yang dikembangkan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) bersama Kementerian Dalam Negeri untuk mengukur penerapan praktik keinsinyuran dalam penyelenggaraan pembangunan di daerah.
Pada asesmen perdana IKD 2026, sebanyak 327 pemerintah daerah mengikuti penilaian dari total 546 pemerintah daerah di Indonesia.
Balikpapan menjadi salah satu pemerintah kota yang mendapatkan penghargaan dalam asesmen tersebut.
Bagi Pemkot Balikpapan, capaian itu diharapkan tidak berhenti sebagai penghargaan administratif. Predikat Perunggu menjadi dorongan untuk membangun budaya kerja yang semakin mengedepankan keahlian profesional, standar teknis, inovasi, serta keselamatan.
Pasalnya, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari banyaknya proyek yang dikerjakan maupun besarnya anggaran yang direalisasikan.
Pembangunan juga harus mampu memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan penguatan praktik keinsinyuran, Pemkot Balikpapan berharap setiap pembangunan dapat dirancang secara lebih terukur dan mampu menjawab kebutuhan kota yang semakin kompleks.
Capaian IKD 2026 pun menjadi momentum bagi Balikpapan untuk terus memperbaiki kualitas pembangunan agar pertumbuhan kota tetap berjalan dengan memperhatikan aspek keselamatan, kenyamanan, dan keberlanjutan. (HP/Adv Kominfo Balikpapan).
BACA JUGA
