Seorang Pria Tewas Gantung Diri di Balikpapan, Polisi Selidiki Penyebab Kematiannya

Bunuh diri
Lokasi penemuan korban yang ditemukan tewas tergantung di pohon nangka di kawasan Balikpapan Selatan, Rabu (8/4/2026).

Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Seorang pria berinisial YS (30) yang ditemukan tergantung di pohon nangka di Jalan Pupuk Barat VIII RT 14, Kelurahan Damai Bahagia, Kecamatan Balikpapan Selatan, Rabu (8/4/2026).

Hasil pemeriksaan forensik mulai mengungkap fakta di balik kematiannya.

Korban merupakan warga Kelurahan Waiara, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka. Penemuan jasad YS pertama kali diketahui oleh MY (28), perempuan yang memiliki hubungan dekat dengan korban.

MY mengatakan, sehari sebelum kejadian, Selasa (7/4/2026) malam, ia dan korban sempat makan bersama di kamar kos. Setelah itu, korban meminta MY untuk beristirahat lebih dulu karena ingin keluar mencari angin.

“Jadi, saya disuruh tidur duluan karena dia masih ingin mencari angin di luar kamar kos,” ujarnya.

Keesokan paginya, kata dia, korban sudah tidak berada di kamar. MY kemudian berinisiatif mencari di sekitar lokasi hingga akhirnya menemukan YS dalam kondisi tergantung di pohon nangka sekitar pukul 11.00 Wita.

Dalam kondisi panik, MY mengaku sempat berusaha menolong dengan melepaskan ikatan di leher, lalu mencoba menyadarkannya dengan menyiram air ke bagian kepala dan kaki. Namun, saat disiram korban sudah tidak sadarkan diri.

Sekitar pukul 15.30 Wita, korban masih tidak menunjukkan tanda-tanda respons. MY kemudian meminta pertolongan kepada tetangga berinisial DW pada pukul 16.00 Wita.

DW lalu menghubungi Ketua RT dan aparat kepolisian. Petugas yang tiba di lokasi segera mengevakuasi korban. Sekitar pukul 17.15 Wita, jenazah YS dibawa ke Rumah Sakit Hermina Balikpapan menggunakan ambulans Mitra Inafis Polresta Balikpapan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dari informasi yang diperoleh. Diketahui bahwa MY telah memiliki suami sah di Kalimantan Tengah, sementara korban juga memiliki istri sah di Kabupaten Kutai Barat. Hubungan keduanya disebut tidak diketahui oleh pasangan masing-masing.

Di satu sisi, saat petugas meminta keterangan, MY disebut masih tampak kebingungan dan memberikan penjelasan yang tidak konsisten. Hal ini terutama terkait perbedaan waktu, di mana korban disebut ditemukan sekitar pukul 11.00 Wita, namun baru dilaporkan pada pukul 16.00 Wita.

Sementara itu, Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Balikpapan Selatan, Iptu Iskandar Ilham, membenarkan kejadian tersebut.

“Statusnya MY wanita idaman lain,” ujarnya.

Hingga kini penyebab pasti kematian YS masih didalami oleh Unit Reskrim Polsek Balikpapan Selatan.

Terpisah, dokter forensik RS Hermina Balikpapan, dr. Heriyadi, menyampaikan hasil pemeriksaan menunjukkan adanya tanda gantung pada leher korban.

“Ada tanda patah tulang leher korban,” terangnya.

dr. Heriyadi, memperkirakan waktu kematian terjadi sekitar 6 hingga 8 jam sebelum pemeriksaan dilakukan. Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Tinggalkan Komentar